Duka di Tanah Garut, Korban Tewas Banjir Bandang Terus Bertambah

Rani
Rani

Duka di Tanah Garut, Korban Tewas Banjir Bandang Terus Bertambah

WinNetNews.com - Polda Jabar menyampaikan keterangan terbaru berkaitan bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut.

Berdasarkan catatan Polda Jabar hingga Rabu (21/9/2016) malam, pukul 20.00 WIB, jumlah korban jiwa terus bertambah.

"Korban meninggal dunia 23 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 27 orang," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus via pesan singkat yang diterima detikcom pada pukul 20.10 WIB.

Dia menyebutkan, proses evakuasi dan identifikasi para korban berlangsung di RS TNI AD Guntur Garut. Dari sekian korban tersebut, sambung Yusri, ditemukan di sejumlah lokasi berbeda yaitu daerah Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, dan Kampung Cisurat.

"Data korban hilang sebanyak 12 orang," kata Yusri.

Pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan dan pencarian korban banjir bandang yang dinyatakan hilang. Selain itu, Yusri menjelaskan, sejumlah polisi melakukan pengamanan di lokasi banjir.

"Kami juga mendirikan posko bantuan bencana dan posko DVI," kata Yusri.

Lebih lanjut Yusri menuturkan, ratusan tim gabungan yang turun ke lokasi bencana alam ini terdiri personel Polres Garut, Brimob Polda Jabar, TNI, BPBD Garut, Satpol PP Garut.

"Sampai saat ini Polres Garut bersama tim gabungan masih melaksanakan proses pencarian dan evakuasi korban di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk," kata Yusri.

Banjir bandang menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Garut pada Selasa (20/9) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Bencana tersebut disebabkan hujan deras mulai pukul. 08.00 hingga pukul 23.00 WIB sehingga mengakibatkan meluapnya Sungai Cimanuk yang melintas wilayah Garut.

Apa Reaksi Kamu?