Dukcapil Temukan Penyalahgunaan NIK untuk Registrasi Nomor Seluler
ilustrasi

Dukcapil Temukan Penyalahgunaan NIK untuk Registrasi Nomor Seluler

Selasa, 10 Apr 2018 | 12:54 | Rusmanto

WinNetNews.com - Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan penyalahgunaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk registrasi SIM card prabayar. Tak tanggung-tanggung satu NIK dipakai untuk mendaftarkan 2,2 juta nomor.

Dalam catatan yang dipaparkan oleh Zudan, tercatat NIK itu didaftarkan untuk meregistrasi nomor-nomor di lima operator seluler, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia (Tri), dan Smartfren.

"Ini adalah contoh penyalahgunaan NIK yang paling ekstrem," ucap Zudan di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Zudan mengatakan penyalahgunaan paling ekstrem ini terjadi tak hanya dalam satu hari, melainkan berlangsung selama proses pendaftaran.

Seperti diketahui, registrasi SIM card prabayar diberlakukan sejak 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari 2018. Saat ini memasuki pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap, tetapi pelanggan masih bisa melakukan registrasi ulang sampai 1 Mei 2018.

"Semua nomor ini teregistrasi. Ini berlanjut terus, nggak sehari dapat dua juta. Angka ini akumulasi," kata Zudan. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...