Dukung Kapas Xinjiang Di Tengah Kontroversi HAM, 3 Member WJSN Ini Dikritik
Foto: Pinterest.com

Dukung Kapas Xinjiang Di Tengah Kontroversi HAM, 3 Member WJSN Ini Dikritik

Selasa, 6 Apr 2021 | 12:20 | Nisa Diniah

Winnetnews.com -  Imbas masalah terkait hak asasi manusia di daerah Xinjiang, China masih menjadi sorotan. Deretan artis asal China yang mendukung kapas yang diproduksi di Xinjiang semakin bertambah.

Kini, giliran tiga member WJSN alias Cosmic Girls yakni Cheng Xiao, Meiqi, dan Xuanyi memberikan dukungan mereka kepada negara China melalui unggahan di media sosial mereka. Saat ini, Xinjiang masih menjadi wilayah kontroversial di China, di mana beredar kabar bahwa China telah melakukan kerja paksa kepada minoritas Muslim.

Salah satu brand fashion ternama, H&M, dikecam dan diboikot oleh warga China karena memutuskan kerja sama dengan kapas Xinjiang karena H&M tidak bisa mendukung aksi dugaan pelanggaran HAM di Xinjiang.

Selain H&M, brand ternama lainnya yakni Adidas, Nike, dan Burberry juga tidak ingin mendukung aksi pelanggaran HAM di Xinjiang. Kabarnya semua brand tersebut telah menghilang dari peta digital di China. Karena hal tersebut, banyak netizen Korea mulai mengkritik para idol K-Pop yang mendukung kapas Xinjiang tetap produksi.

Yang terbaru adalah dari tiga member WJSN yakni Cheng Xiao, Meiqi, dan Xuanyi. Melalui akun media sosial Weibo, tiga idol K-Pop asal China ini mengunggah foto banner dukungan terhadap penggunaan kapas Xinjiang.

image0

Sontak, unggahan Cheng Xiao, Meiqi, dan Xuanyi langsung menuai sorotan netizen Korea. Di Korea Selatan, sentimen anti-China sedang memanas. Banyaknya kritik terhadap idol K-Pop yang mendukung panen kapas Xinjiang semakin meningkat dari hari ke hari.

Banyak netizen Korea yang kecewa dan mengkritik Cheng Xiao, Meiqi, dan Xuanyi. Mereka mempertanyakan kenapa 3 member WJSN ini memilih debut sebagai idol K-Pop di Korea Selatan jika mereka menjadi sangat nasionalis terhadap negara mereka.

"Apakah uang lebih penting daripada hak asasi manusia?," kata netizen Korea dikutip Theqoo.

"Bagaimana perasaanmu jika kamu adalah pekerja paksa? Ini bukan hanya masalah politik, ini masalah hak asasi manusia," ujar netter lain.

"Mengapa orang-orang ini tidak meninggalkan grup?," seru netter lain.

"Tolong jangan merusak citra grup," tutur netter lain.

"Jika mereka tidak berpromosi di Korea, tolong jangan merugikan grup dan tinggalkan grup," tambah netter lain.

"Aku merasa kasihan pada member dan fans Korea mereka," komentar netter lain.

"Tolong tinggalkan grup," pungkas yang lainnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...