Dukung Pembelajaran Tatap Muka, KPAI Sarankan Siswa Masuk Seminggu Sekali
Ilustrasi pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19

Dukung Pembelajaran Tatap Muka, KPAI Sarankan Siswa Masuk Seminggu Sekali

Selasa, 8 Jun 2021 | 11:10 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -   Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai sekolah tatap muka dibuka dengan beberapa persyaratan, seperti kapasitas maksimal 25 persen dan masuk hanya sebanyak dua kali seminggu. 

"Terkait jumlah siswa 25 persen saja dan hanya 2 jam PTM sehari KPAI justru mendukung, ini memudahkan pengawasan guru terhadap anak-anak yang tak patuh prokes. Ini semacam latihan bagi anak-anak untuk mengubah perilaku di sekolah pada masa pandemi," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada wartawan, Selasa (8/6).

Retno bahkan menyarankan untuk waktu sekolah dapat dijalankan secara bertahap. Untuk permulaan, Retno menilai tatap muka dapat dilakukan hanya satu kali dalam seminggu.

"KPAI malah menyarankan satu hari saja per minggu di awal PTM. Setelah sebulan sampai 2 bulan PTM dan anak-anak menunjukkan kepatuhan pada prokes, baru boleh ditambah 2x seminggu," ujarnya.

Kemudian, KPAI juga mengusulkan agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya dilakukan di wilayah dengan positivity rate Covid-19 di bawah 5 persen.

"Kalau KPAI menyarankan tidak buka sekolah di wilayah yang positivity rate diatas 5 persen, kalau wilayah yang di bawah 5 persen kami dorong di buka dengan pemberlakuan prokes/SOP yang ketat. Di wilayah-wilayah kepulauan kecil justru kami saran buka tapi dengan prokes," ujarnya.

"Karena bagi KPAI hak hidup nomor 1, hak sehat nomor 2 dan hak pendidikan nomor 3. Kalau anaknya masih sehat dan hidup maka ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar. Kalau anaknya sudah dipinterin terus sakit dan meninggal, kan sia-sia. Anak Indonesia yang meninggal karena covid sudah tertinggi se-Asia Pasifik," ujarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...