Durian Merah Banyuwangi, Incaran Peneliti Mancanegara

Durian Merah Banyuwangi, Incaran Peneliti Mancanegara

Minggu, 10 Apr 2016 | 16:20 | Rusmanto
WinNetNews.com - Durian merah tak hanya diburu oleh wisatawan. Durian merah asal Banyuwangi juga menjadi incaran peneliti mancanegara untuk riset pengembangan buah khas tropis.

Beberapa peneliti dari Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, dan Australia datang ke lokasi pengembangan durian Merah. Mereka belajar mulai dari cara tanam hingga pembesaran.

"Peneliti yang datang tidak sembarangan, mereka memang dikirim oleh negaranya belajar tentang durian merah untuk dikembangkan di negaranya. Misalnya saja dari Agriculture and Riset Development, Kementrian Sains, dan Teknologi Malaysia dan atase pertanian Kedutaan Thailand," kata Eko Mulyantoro (44), Peneliti sekaligus pengembang durian merah dari Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi, saat berbincang di RTH Taman Blambangan, Minggu (10/4/2016).

Eko mengatakan, semula jumlah pohon durian merah besar dan produktif di Banyuwangi hanya ada 5 buah pohon yang tersebar di beberapa wilayah.

Selanjutnya dimulailah pengembangan durian merah untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Caranya melalui proses polinasi (penyerbukan) di lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuh durian merah.

"Kami sudah melakukan riset, wilayah yang cocok untuk pengembangan durian merah di Banyuwangi hanya ada di lima Kecamatan yakni Kalipuro, Glagah, Songgon, Licin, dan Kecamatan Giri," ujar Eko.

Eko menjelaskan, di wilayah ini tanahnya memiliki unsur hara yang istimewa karena mendapatkan asupan sulfur dari Gunung Ijen ataupun Gunung Raung ditambah hawa laut dari selat Bali yang kaya akan mineral.

"Unsur hara dan mineral ini sangat berpengaruh pada karakteristik durian merah yang dihasilkan termasuk warna merah pada dagingnya," cetusnya.

Eko melanjutkan, pada sekali proses polinasi akan dihasilkan 10-25 jenis buah durian merah yang berbeda-beda. Namun saat biji hasil buah itu disemai tidak semuanya akan tumbuh menjadi tunas. Tunas-tunas yang berhasil tumbuh inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhan baru hingga mencapai 65 varietas.

"Setelah tumbuh menjadi tunas kemudian tunas dipotong dan ditempel ke pohon yang sudah besar dengan metode top walking. Dengan metode ini tidak perlu menunggu sampai bertahun-tahun agar pohon durian merah berbuah, hanya 2,5 tahun sudah bisa produksi," terangnya.

Dari 65 varietas yang ditemukan melalui proses tersebut, menghasilkan karakteristik pohon dan buah berbeda-beda seperti warna daging buah yang bermacam-macam ada yang merah block dan merah grafis. Untuk rasa juga beragam ada yang manis, asin gurih, bahkan pahit.

"Kami terus mengembangkan durian merah dengan merangkul para petani melalui pemberian bibit maupun spesimen secara gratis. Kami berharap semakin banyak petani yang mampu menanam durian merah karena nilai ekonomis buah ini sangat tinggi. Per kilogramnya Rp 150-275 ribu, maka bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan bagi siapapun yang ingin mengembangkan," pungkas Eko.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...