Edy Rahmayadi Ancam Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat, Humas Bilang Begini

Aldina
Aldina

Edy Rahmayadi Ancam Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat, Humas Bilang Begini

Winnetnews.com - Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dikabarkan melakukan ancaman kepada polisi dengan menyumpal mulut mereka menggunakan granat saat aparat kepolisian melakukan pengamanan terhadap peserta takbiran keliling Idul Fitri di Medan, Selasa (4/6/19) pekan lalu.

Beberapa media telah memberitakan hal tersebut dengan judul seperti Warga Takbiran di Usir Polisi, Gubernur Sumut Marah Besar: Kau larang lah, kusumbat mulutmu pakai granat. Sementara itu, salah satu media juga memberitakan hal yang sama dengan judul Gubernur Sumut Ancam Sumpal Mulut Polisi dengan Granat.

Di dalam artikel-artikel tersebut, disebutkan bahwa aparat kepolisian akan membubarkan peserta takbiran yang sedang beristirahat sejenak di area pinggiran jalan Lapangan Merdeka Medan. Edy rahmayadi pun dikabarkan sedang melewati jalan tersebut dan langsung turun untuk mendatangi para aparat kepolisian. Edy dikabarkan marah-marah kepada polisi yang melakukan pembubaran terhadap peserta takbiran.

“Apa hak kau melarang rakyat takbiran keliling di kota ini. Ini rakyatku. Kau larang lah, aku sumbat granat mulut kau,” ungkap Edy di dalam kartikel yang diberitakan oleh beberapa media tersebut.

Dengan adanya pemberitaan tersebut, Pemprov Sumut mengakui bahwa kabar yang beredar adalah bohong atau hoaks.

“Saya sudah konfirmasi kepada gubernur, berita itu bohong alias hoaks,” ungkap Fitriyus selaku Pelaksana tugas Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemerintah Sumatera Utara, dikutip dari Suara.com, Senin (10/6/19).

Hal tersebut telah Humas konfirmasi melalui akun Instagram resmi @humassumut.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Humas Sumut (@humassumut) on

“Kami berharap semua pihak berhenti menyebarkan kabar bohong itu sehingga tak timbul kesalahpahaman,” ujar Humas Sumut tersebut.

Walaupun artikel-artikel tersebut dinyatakan hoaks oleh pihak Pemprov Sumut, mereka tidak mau mengambil jalur hukum untuk menuntut beberapa media daring tersebut.

Apa Reaksi Kamu?