Skip to main content

Jika Alami 5 Tanda ini, Kamu Wajib Kurangi Konsumsi Garam!

Tanda-tanda Kamu Kelebihan Konsumsi Garam. Foto: Istimewa
Tanda-tanda Kamu Kelebihan Konsumsi Garam. Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Konsumsi garam berlebih bisa memicu tekanan darah tinggi. Sayangnya, kadang kala, seseorang lepas kontrol hingga terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan akibatnya, asupan garam pun berlebih.

Padahal, rekomendasi Kementerian Kesehatan RI soal asupan garam yakni hanya 1 sdt per hari per orang. Nah, ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi garam, tubuh juga bisa menunjukkan tanda-tandanya lho. Apa saja?

1. Cincin susah dilepas

Prof Ir Ahmad Sulaeman PhD dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan ketika tekanan darah baik, cincin akan mudah dicopot. Dalam artian tidak seret saat hendak dicopot.

Mengapa demikian? Prof Ahmad mengatakan ketika terlalu banyak mengonsumsi natrium alias garam, maka lebih banyak air di dalam tubuh yang diserap atau 'dikepung'. Ketika natrium menyerap banyak air, maka organ tubuh kita mengembang.

"Sehingga bisa dikatakan cincin jadi kesempitan bisa jadi salah satu indikator tekanan darah sedang tinggi. Jadi cincinnya agak sulit dibuka, tapi nggak longgar juga ya. Kan gampang copot kalau longgar," kata Prof Ahmad.

Namun, patut diingat bahwa selain konsumsi makanan dan minuman, tekanan darah juga bisa dipengaruhi aktivitas fisik dan kondisi psikologis seseorang, misalnya stres.

2. Mulut kering

Dr Mehran Movassaghi dari Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, Caifornia, mengatakan setelah mengonsumsi makanan kaya natrium, tubuh mulai merasa bahwa kadar garam dan air tidak seimbang.

"Nah, untuk mengembalikan kondisi jadi normal, tubuh pun butuh lebih banyak air. Akibatnya, otak akan mengirim sinyal rasa haus yang membuat Kamu sering ingin minum," kata Movassaghi kepada Prevention.

3. Sakit kepala

Studi dalam British Medical Journal menunjukkan orang dewasa yang mengonsumsi 3,5 gram garam per hari mengalami sakit kepala tiga kali lebih mungkin dibanding mereka yang mengonsumsi 1,5 gram garam.

Bahkan, sakit kepala lebih mungkin dialami ketika seseorang tidak memiliki hipertensi. Untuk itu, para ahli merekomendasikan ketika Kamu sakit kepala parah coba kurangi asupan garam.

4. Lebih sering buang air kecil

Selain minum terlalu banyak, mengonsumsi garam terlalu banyak juga berefek pada frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Hal ini dikatakan Movassaghi terkait dengan kerja ginjal.

"Saat Anda mengonsumsi makanan tinggi natrium, ginjal harus bekerja lebih untuk membersihkan ekstra garam hingga frekuensi kencing Kamu lebih sering dari biasanya," kata Movassaghi.

5. Susah konsentrasi

Mengasup garam terlalu banyak bisa membuat tubuh dehidrasi. Nah, kondisi dehidrasi bisa membuat seseorang sulit berpikir jernih. Salah satu studi dalam Journal of Nutrition menemukan ketika wanita agak dehidrasi, mereka mengalami tes kognitif, memori, penalaran, dan waktu reaksi yang lebih buruk, dibanding saat mereka terhidrasi dengan baik.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Top