Efek Positif dan Negatif Dari Libur Lebaran yang Panjang
ilustrasi

Efek Positif dan Negatif Dari Libur Lebaran yang Panjang

Rabu, 2 Mei 2018 | 10:15 | Rusmanto

WinNetNews.com - Kementerian Perdagangan menilai rencana revisi cuti bersama lebaran tahun ini dari empat hari menjadi tujuh hari memiliki dampak positif dan negatif di beberapa sektor industri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan efek positif libur panjang selama lebaran terhadap sektor perdagangan akan terasa pada bergairahnya sektor ritel, terutama di daerah.

“Demikian halnya dengan sektor pariwisata. Namun, daya konsumsi tersebut juga akan tergantung pada apakah tunjangan hari raya bagi para pekerja diberikan tepat waktu atau tidak,” ujarnya, Selasa (1/5/2018) malam.

Karyanto juga menyoroti efek negatif yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha dan produsen. Menurutnya, produktivitas pabrik akan terganggu, padahal permintaan akan melonjak terutama untuk produk makanan dan minuman serta produk tertentu lainnya.

“Jika tidak dikendalikan dengan baik akan mempengaruhi inflasi. [Untuk] Mengantisipasi lonjakan permintaan, kami sudah meminta pelaku usaha menambah kapasitas produksi dan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga yang bergerak di jalur distribusi.”

Seperti diketahui, dalam SKB Tiga Menteri yang ditetapkan pada 22 September 2017, telah ditetapkan cuti bersama sebanyak empat hari yaitu 13,14,18,19 Juni 2018.

Kemudian, pemerintah berencana menambah tiga hari cuti bersama pada 11-12 Juni 2018 dan 20 Juni 2018 sehingga total cuti bersama menjadi tujuh hari. Pertimbangannya, untuk memberikan waktu libur yang lebih lama dan guna mengurai kemacetan. (bisniscom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...