Efek Samping yang Wajar Muncul Usai Vaksin Covid-19
ilustrasi

Efek Samping yang Wajar Muncul Usai Vaksin Covid-19

Minggu, 18 Jul 2021 | 13:00 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Beberapa orang telah dilaporkan mengalami gejala-gejala tertentu efek samping setelah melakukan vaksinasi Covid-19. Wajarkah gejala tersebut muncul? Lalu gejala apa sajakah yang tidak wajar terjadi setelah dilakukannya vaksin?

Mengutip dari Kesmas Kemkes, vaksin adalah produk biologi berisi antigen berupa mikroorganisme atau zat yang telah dihasilkannya diolah sedemikian rupa.

Apabila diberikan kepada seseorang, maka orang tersebut dapat secara aktif kebal terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Vaksinasi itu sendiri merupakan suatu proses dimana seseorang menjadi kebal dari suatu penyakit. Apabila suatu saat orang tersebut terkena penyakit tersebut, maka ia hanya akan merasakan gejala ringannya saja atau bahkan tidak sakit sama sekali.

Menurut WHO dalam who.int, sebagian efek samping yang dirasakan mereka yang disuntik vaksin adalah berupa pegal pada bagian yang disuntik, demam, sakit kepala, menggigil, diare, kedinginan.

Efek samping yang disebut WHO sejalan dengan hasil uji yang dilakukan oleh Tim Riset Uji KlinikVaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran yang menyebutkan bahwa efek samping setelah divaksin bersifat ringan.

Efek tersebut bisa saja berbeda bergantung pada vaksin apa yang diberikan.

Efek-efek samping di atas dapat bertahan atau bahkan baru dapat muncul setelah 24 jam kedepan. Jika rasa sakit akibat efek samping ringan dirasakan lebih dari 3 hari, Anda diharapkan untuk segera lapor kepada petugas medis terkait.

Namun jika terjadi efek samping berlebih seperti sesak napas, kehilangan kemampuan berbicara, linglung, atau efek-efek lain, Anda juga wajib untuk melaporkan hal tersebut kepada petugas medis untuk segera dipantau.

Adapun efek samping lain yang tidak wajar terjadi dan dilaporkan pada WHO ialah timbulnya anafilaksis.

Anafilaksis itu sendiri adalah reaksi gejala berat yang dialami imun tubuh akibat alergi yang berupa syok akibat kemunculan alergi yang secara tiba-tiba. Gejala tersebut dilaporkan sangat jarang terjadi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...