Eka Tjipta Widjaja dari Penjual Kue Hingga Orang Terkaya

Cindy
Cindy

Eka Tjipta Widjaja dari Penjual Kue Hingga Orang Terkaya Foto:Istimewa

Winnetnews.com- Pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu 26/1/2019.

Kekayaan yang didapatkan Eka tidak begitu saja langsung ia dapatkan.

Kerja keras bisnisnya yang dimulai dari berdagang kelontong keliling pada 1938 kemudian membawanya menjadi orang terkaya kedua di Indonesia 80 tahun kemudian.

Oie Ek Tjhong, dengan nama asli Eka Tjipta Widjaja, tercatat oleh riset Globe Asia 2018 memiliki kekayaan sebesar Rp 198,8 triliun.

Dengan begitu membuat, Eka Tjipta Widjaja menjadi orang terkaya kedua di Indonesia, di bawah Hartono dari Grup Djarum di peringkat atas dengan kekayaan Rp 300 triliun.

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Eka memulai bisnisnya selama 80 tahun dari bisnis kelontongan, kopra, minyak goreng, sawit, hingga bisnis keuangan seperti multifinance dan asuransi. 

Eka Tjipta Widjaja mulai berbisnis sebagai pedagang kelontong menjajakan biskuit dan permen dengan mengendarai sepeda ke penjuru kota Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 1938. Usaha ini terus berkembang dengan pesat.

Tak hanya itu Eka Tjipta Widjaja juga berbisnis kopra. Bahkan ia mendapat sebutan sebagai Bapak Kopra karena usaha kopranya yang sangat maju pada  tahun 1961 di Indonesia.

Pada tahun 1962, untuk pertama kalinya perusahaan yang didirikannya, CV Sinar Mas bisa terdaftar secara resmi di Surabaya.

 Karena usaha yang terus berkembang, CV Sinar Mas mengembangkan sayapnya dengan membuka kantor pertamanya di Jakarta.

Setelah empat tahun kemudian, Eka Tjipta Widjaja membangun pabrik minyak goreng Bitung Menado Oil Ltd.

Pembangunan pabrik minyak itu kemudian diikuti pembangunan pabrik PT Kunci Mas di Surabaya.


Pada tahun 1980, Eka Tjipta Widjaja memodifikasi seluruh mesin minyak goreng sehingga mampu memproses minyak goreng dari bahan baku sawit.

Sejak saat itu, usaha sawit Eka Tjpta Widjaja makin berkembang pesat, karena lahannya tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Selang dua tahun kemudian, pada tahun 1982 Eka Tjipta Widjaja mengelola perkebunan kelapa sawit berawal dari akuisisi kebun seluas 10.000 hektare, di Sumatera Utara.


Eka Tjipta Widjaja kemudian mendirikan perusahaan asuransi kerugian yang bernama PT Asuransi Sinar Mas pada tahun 1984.

Pada tahun yang sama, Eka Tjipta Widjaja menghadirkan satu pilar usahanya lagi yaitu asuransi Jiwa Sinar Mas yang dikenal dengan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (“SMILE”) yang merupakan usaha kolaborasi dengan PT. Sumimoto Insurance Group, Jepang.

Seperti yang diketahui, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu, 26 Januari 2019, pukul 19.43 WIB. 

Keterangan dari pihak Sinar Mas menyebutkan Jenazah Eka Tjipta Widjaja akan disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Apa Reaksi Kamu?