(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Masih Melambat Tahun Depan

Rusmanto
Rusmanto

Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Masih Melambat Tahun Depan

WinNetNews.com - Bank Dunia memproyeksi angka pertumbuhan di 2016 sekitar 6,3%, atau turun dari proyeksi pertumbuhan 2015.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik diproyeksi masih melambat tahun depan, karena ekonomi China masih menurun dan menghadapi rencana kebijakan suku bunga Amerika Serikat," kata Ekonom Utama Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Sudhir Shetty, saat diskusi update ekonomi melalui video conference dari Singapura, Senin (5/10/2015).

Perlambatan ekonomi China dipicu rencana negeri tirai bambu membatasi tingkat pinjaman, pengetatan penempatan dana di luar sistem perbankan, dan intervensi kuat pemerintah pada sistem keuangan. Kondisi ini merambat ke negara-negara Asia Pasifik yang memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan.

"Perlambatan ekonomi China mempengaruhi kawasan khususnya yang memiliki hubungan perdagangan, investasi, dan menerima kunjungan wisata turis China," ujarnya.

Untuk rencana kenaikan suku bunga acuan AS, yaitu Federal Reserve (The Fed), Shetty menilai, opsi itu bakal terjadi beberapa bulan ke depan. Meski telah diantisipasi jauh-jauh hari, Shetty menyebut dampak dari kebijakan tersebut bisa mempengaruhi gejolak pasar modal, memicu depresiasi mata uang, turunnya capital inflow, hingga likuiditas yang mengetat. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});