(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi RI di Bawah China, India, Filipina, dan Malaysia

Rusmanto
Rusmanto

Ekonomi RI di Bawah China, India, Filipina, dan Malaysia
WinNetNews.com - Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2015 hanya tumbuh sebesar 4,73%, bahkan sampai akhir tahun diproyeksikan realisasinya hanya 4,8%‎. Sementara itu, tahun depan pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2016 diasumsikan tumbuh 5,3%. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah negara tetangga seperti Malaysia hingga Filipina.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai posisi perekonomian Indonesia memang tengah dalam perlambatan, mengikuti kondisi perekonomian global yang juga ikut menurun. Namun meski melambat, tapi tidak lebih buruk dari banyak negara lain.

"Saya memberikan gambaran, ekonomi Indonesia not so bad but not so good ," kata JK dalam acara Economic Challenges di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015)

JK menyampaikan di level Asia, ekonomi Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Filipina, China dan India yang tumbuh di atas 5%. Namun Indonesia lebih baik dibandingkan dengan Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Indonesia, masih berpeluang besar untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi. Terutama ditopang dari sisi investasi swasta dan pemerintah serta daya beli masyarakat. Sementara dari sisi ekspor masih sangat lemah karena terpengaruh ekonomi maju.

"Kalau pasar kita nomor 4 di dunia, dan itu modal besar untuk mendorong perekonomian," tegas JK.

JK menilai, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam kondisi sekarang maka sangat dibutuhkan peran pemerintah. Khususnya dari sisi belanja pemerintah. Maka dari itu pemerintah membangun berbagai infrastruktur, untuk mendorong serta menciptakan pemerataan ekonomi.

disadur dari detik finance

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});