Eks Anggota Gafatar Dibina di Trauma Center Bambu Apus

Eks Anggota Gafatar Dibina di Trauma Center Bambu Apus

Sabtu, 23 Jan 2016 | 15:15 | kontributor

WinNetNews.com - Ratusan eks pengikut Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka selanjutnya akan dibawa ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Roycke Harry Langie mengatakan, para eks pengikut Gafatar ini datang secara bergelombang sejak Sabtu (23/1) dini hari tadi.

"Sudah ada 3 gelombang total 568 orang yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan selanjutnya dari pihak Kementerian Sosial membawa ke RPTC Bambu Apus, Jakarta Timur," ujar Roycke kepada detikcom, Sabtu (23/1/2016).

Eks pengikut Gafatar ini tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dengan perincian gelombang I sebanyak 184 orang terdiri dari 94 orang kaki-laki dewasa dan anak-anak, dan 90 orang perempuan dewasa dan anak-anak. Mereka tiba pukul 01.15 WIB.

 

Kemudian gelombang kedua tiba pada pukul 03.09 WIB dengan total 180 orang, terdiri dari 176 orang dewasa dan 4 balita. Sementara gelombang ketiga, total ada 204 orang yang tiba pada pukul 05.00 WIB tadi.

"Untuk pengamanan terdiri dari 45 personel Polres Bandara Soekarno-Hatta, 1 pleton dari Sabhara Polda Metro Jaya, Intel Kodim 0506 sebanyak 10 personel dan Intel Kodam sebanyak 10 personel," ungkapnya.

Baca: Gafatar Eksis di Masyarakat, Pemerintah Lalai Awasi Musadek

Pengamanan kedatangan eks Gafatar ini dipimpin Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Roycke Harry Langie, Dandim 0506 Tangerang Letkol Inf Akhirudin, Danramil Mayor Kav Imam. Wakasat Reskrim Polresta BSH, DanUnit Kodim 0506 Tangerang Lettu Inf Sejabat dan dari pihak Kemensos RI Bapak Tatang.

Roycke menambahkan, para eks Gafatar tersebur berasal dari Banten, Jawa Timur dan DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung dan Jawa Tengah.

"Selanjutnya mereka diangkut dengan menggunakan 6 unit bus ke RPTC Jakarta Timur. Pelaksanaan ini berlangsung kondusif," tutupnya.

Sumber: Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...