Skip to main content

Eks Kalapas: Saya Dizalimi

Eks Kalapas: Saya Dizalimi
Eks Kalapas: Saya Dizalimi

WinNetNews.com - Mahkamah Agung (MA) menganulir pemecatan mantan Kalapas Narkotika Cipinang Thurman SM Hutapea sebagai PNS karena MA meyakini Thurman tidak membekingi Freddy Budiman. Pemecatan itu membuat Thurman kini menganggur.

"Ini membuktikan bahwa benar klien saya dizalimi," kata kuasa hukum Thurman, Suwaryoso, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (9/2/2016).

Kasus ini bermula saat seorang model majalah dewasa Vanny Rossyane berkicau ke publik bahwa ia pernah bercinta dengan Freddy Budiman di dalam LP Cipinang. Atas pernyataan ini, Wamenkum HAM Prof Denny Indrayana mencopot Thurman dari jabatannya pada 25 Juli 2013. Pencopotan ini disusul dengan pemecatan Thurman sebagai PNS pada 25 November 2013.

Untuk membuktikan dalilnya, Suwaryoso menyodorkan bukti-bukti akurat ke majelis hakim untuk membantah alasan pemecatan tersebut. Pertama sebagai Kalapas, Thurman telah membuat SK Instruksi Pimpinan pada 25 Februari 2013 tentang Pembentukan Tim Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Lapas Narkotika IIA Jakarta. Kemudian memperbaiki X-Ray sehingga setiap barang yang masuk bisa termonitor. Thurman juga memerintahkan bawahannya untuk meningkatkan frekuensi penggeledahan sel penghuni, memotong jam besok dari 7 hari menjadi 5 hari per minggu, meminta bantuan anjing pelacak ke BNN dan mengundang polisi Polda Metro Jaya untuk menggeledah kamar hunian lapas.

Hasil kinerjanya membuahkan hasil. Thurman mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dari New Zealand, penghargaan dari BNN, sertifikat penghargaan dari Menkum HAM dan menjadi satu-satunya lapas di Indonesia untuk dinilai oleh Tim Reformasi Birokrasi Tingkat Nasional pada 24-26 Juni 2013.

Dengan kinerja di atas, Thurman kaget karena dipecat sebagai PNS. Ia tidak terima dengan keputusan pimpinannya itu dan menggugat ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta yang putusannya dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan pengadilan itu, pemecatan Thurman dianulir dan MA memerintahkan Thurman dipekerjakan kembali di lingkungan Kemenkum HAM.

"Klien saya kalau mau dibilang kasihan, ya kasihan. Kami masih menunggu salinan putusan MA itu," pungkas Suwaryoso.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top