Eks Menlu AS Enggan Dukung Trump di Pilpres 2020, Powell: Dia Berbohong Sepanjang Waktu
Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) dan pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat (AS), Colin Powell. (Foto: Christian Science Monitor)

Eks Menlu AS Enggan Dukung Trump di Pilpres 2020, Powell: Dia Berbohong Sepanjang Waktu

Senin, 8 Jun 2020 | 09:35 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) dan pensiunan jenderal bintang empat Amerika Serikat (AS), Colin Powell memilih mendukung calon presiden (capres) Partai Demokrat; Joe Biden. Dia mempunyai alasan kuat untuk tidak mendukung capres petahana dari Partai Republik, Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020.

Keputusan mantan jenderal Amerika ini mengejutkan karena dia merupakan tokoh Partai Republik. Dia menyerukan para pemilih untuk tidak memilih kembali Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden November 2020. Dia mengatakan inilah saatnya untuk membuat Amerika lebih baik bagi semua orang, bukan hanya beberapa.

"Saya pikir dia (Trump) belum menjadi presiden yang efektif," kata Powell kepada jurnalis CNN, Jake Tapper, dalam sebuah wawancara, Minggu (7/6).

"Dia berbohong sepanjang waktu. Dia mulai berbohong pada hari pelantikan, ketika kami berdebat tentang jumlah kerumunan yang ada di sana. Orang-orang menulis buku tentang kebohongan favorit ini. Dan saya tidak berpikir itu ada pada minat kami."

"Setiap warga negara Amerika harus duduk, memikirkannya dan membuat keputusan sendiri," imbuh dia. "Jangan dengarkan semua orang di luar sana. Jangan membaca setiap surat kabar. Pikirkan itu sudah lewat. Gunakan akal sehat Anda dan katakan, 'Apakah ini baik untuk negara saya?' sebelum Anda berkata, 'Ini bagus untuk saya."

Melansir SINDOnews.com, Senin (8/6), Powell yang dipandang sebagai kandidat presiden potensial Partai Republik pada awal kariernya, tidak memberikan dukungan suara untuk Trump pada pemilihan presiden 2016. Dia menjelaskan berencana untuk memilih capres Partai Demokrat, Joe Biden pada November 2020.

Dia juga mengatakan sangat senang dengan kritik terhadap Trump oleh para jenderal dan diplomat top selama seminggu terakhir.

"Saya sangat senang dengan apa yang dikatakan Jenderal (John) Allen dan semua jenderal lainnya, yang dikatakan laksamana dan para diplomat katakan. Kami memiliki konstitusi dan kami harus mengikuti konstitusi ini, dan presiden telah menjauh darinya," kata Powell.

Powell menjelaskan bahwa dia menganggap sikap dan komentar Trump berbahaya, dari teori konspirasi birther seputar kewarganegaraan Presiden Barack Obama saat itu, hingga status imigran yang menghina, ibu-ibu Gold Star, mendiang Senator John McCain.

"Dan siapa pun yang berani berbicara menentangnya," ujarnya.

"Satu kata yang harus saya gunakan—sehubungan dengan apa yang dia lakukan selama beberapa tahun terakhir—adalah kata yang tidak akan pernah saya gunakan sebelumnya dan saya tidak akan pernah menggunakan salah satu dari empat presiden tempat saya bekerja; Dia berbohong. Dia berbohong tentang banyak hal. Dan dia lolos begitu saja, karena orang tidak akan menganggapnya bertanggung jawab," paparnya.

Powell menjelaskan, protes Black Lives Matter saat ini sebagai tanda bahwa negara Amerika semakin bijak terhadap retorika Trump dan mengalami titik balik ketika Pilpres AS 2020 memanas.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...