Eksepsi Ahmad Dhani Ditolak Jaksa Penuntut Umum
Foto:Istimewa

Eksepsi Ahmad Dhani Ditolak Jaksa Penuntut Umum

Selasa, 1 Mei 2018 | 17:04 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Kabar terbaru datang dari kasus ujaran kebencian yang menjerat musisi Ahmad Dhani. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak keseluruhan materi eksepsi yang diajukan terdakwa ujaran kebencian Ahmad Dhani.

Penolakan itu disampaikan JPU dalam persidangan yang berlangsung hari ini, Senin (30/4/2018), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Menyatakan bahwa surat dakwaan atas nama terdakwa Ahmad Dhani alias Ahmad Dhani Prasetyo telah tertuang dalam no.reg.Per: PDM-221/JKT-SL/Euh.2/03/2018 tanggal 13 maret adalah sah serta sudah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana dimaksudkan dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHP," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sarwoto. 

Sebelumnya, dalam nota keberatan, kuasa hukum Ahmad Dhani menekankan empat poin.

Pertama, penuntut umum dinilai tidak menguraikan dengan jelas tindak pidana dalam unggahan Twitter milik terdakwa. Kedua, surat dakwaan dianggap tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan penyidikan.

Ketiga, kuasa hukum menyebut kedudukan terdakwa dalam surat dakwaan tidak jelas. Terakhir, penuntut umum tidak cermat dalam menilai fakta pidana yang terjadi dengan ketentuan hukum yang digunakan.

Jaksa Penuntut Umum juga menyatakan surat dakwaan itu telah dibuat secara cermat, jelas, dan lengkap, dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan sesuai Pasal 143 ayat (2) b KUHP, dan tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa sebagaimana dalam uraian surat dakwaan.

Pada dakwaan yang dibaca Jaksa Dedyng Wibianto, Dhani didakwa menimbulkan kebencian.

"Saudara Dhani kami dakwa dengan Pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016, junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP," kata Dedyng.


Menurut Jaksa Penuntut Umum, ada tiga cuitan Ahmad Dhani yang dinilai sarat dengan ujaran kebencian. Pertama, "yang menistakan agama si Ahok, yang diadili KH Maruf Amin."

Kedua, "siapa saja mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya."

Ketiga, "sila pertama ketuhanan yang maha esa, penista agama jadi gubernur, kalian waras."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...