Ekuador Kembali Diguncang Gempa 6 SR Ketika Pengungsi Sedang Antre Makanan

Ekuador Kembali Diguncang Gempa 6 SR Ketika Pengungsi Sedang Antre Makanan

Jumat, 22 Apr 2016 | 18:09 | Rike
WinNetNews.com-Ekuador lagi diguncang gempa bumi kuat, berkekuatan 6 Skala Richter (SR). Gempa terbaru ini melanda ketika para pengungsi tengah antre makanan, minuman dan obat-obatan di lokasi gempa dahsyat sebelumnya.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), seperti dilansirReuters, Jumat (22/4/2016), gempa bumi 6 SR berpusat di lokasi sejauh 100 kilometer barat laut Portoviejo, yang juga berada di wilayah pantai barat Ekuador. USGS sebut, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut. Namun tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan terkait gempa ini. Belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa terbaru ini.

Sejauh ini, Ekuador sudah diguncang tiga gempa besar, yaitu gempa berkekuatan 7,8 SR pada Sabtu (16/4), lalu gempa 6,2 SR pada Rabu (20/4) dini hari dan gempa 6 SR pada Jumat (22/4) dini hari waktu setempat. Gempa susulan lainnya dengan kekuatan lebih kecil juga melanda di sela-sela gempa besar.

Presiden Ekuador Rafael Correa mengatakan via Twitter, sedikitnya tiga gempa susulan guncang pada Kamis (21/4) malam. Sementara USGS mencatat, tiga gempa susulan dengan kekuatan di bawah 6 SR guncang wilayah yang tak jauh dari Portoviejo. Total korban tewas karena gempa di Ekuador kini sudah bertambah jadi 587 orang. Gempa paling mematikan yaitu gempa 7,8 SR yang mengguncang kota pantai Pedernales pada Sabtu (16/4). Gempa 7,8 SR itu bahkan tercatat sebagai gempa terparah sejak 67 tahun terakhir.Sedikitnya sudah ada 8.340 orang luka-luka, dengan lebih dari 1.000 orang hilang dan nyaris 2 ribu gedung juga rumah warga rusak. Pekerja kemanusiaan asing dan para pakar dan 14 ribu personel keamanan telah dikerahkan ke lokasi gempa. Presiden Correa sebut, jumlah korban tewas bakal lebih sedikit bila saja warga mematuhi aturan ketat pembangunan gedung, yang diberlakukan sejak gempa tahun 2010 di Haiti yang merenggut 300 ribu nyawa.

Di lain sisi, warga yang mengungsi mulai kekurangan makanan dan harus mengantre lama mendapat jatah makanan yang tak seberapa. "Kami berusaha keras bertahan hidup. Kami butuh makanan. Tidak ada apa-apa di toko. Kami memakan sayuran yang kami tanam sendiri," terang warga setempat, Galo Garcia (65) sembari antre air minum di desa San Jacinto."Kami ingin makanan," teriak kerumunan warga lainnya yang ikut mengantre.

Sumber:detik.com

Foto: http://www.telegraph.co.uk

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...