Skip to main content

Emiten-Emiten Tangguh di Bursa

Emiten-Emiten Tangguh di Bursa
Emiten-Emiten Tangguh di Bursa

Tepuk tangan beberapa kali membahana di ruang perdagangan Bursa Efek Indonesia saat Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menutup perdagangan bursa pada Selasa, 30 Desember 2014. Optimisme tergambar jelas di wajah JK—panggilan akrab Wakil Presiden—yang tampak sumringah. Sebab, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indeks terbaik di Asia sepanjang tahun lalu. “Terima kasih, kita menutup perdagangan kali ini dengan situasi yang lebih baik,” kata JK disambut wajah-wajah berseri hadirin.

Indeks yang tumbuh 22,29% menjadi 5.226,95 dari tahun sebelumnya 4.274,18 berhasil mengungguli bursa efek Asia lainnya seperti Thailand (15,45%), Jepang (8,83%), Singapura (6,32%), Korea Selatan (-4,15%), dan Malaysia (-5,28%), meski kalah dari dua bursa China, yakni Shanghai (49,72%) dan Shenzhen (34,12%).

Tahun lalu, indeks sempat amblas ke level terendah pada 7 Januari, lantas melesat ke level tertinggi 5.246,48 pada 8 September. Itu di luar ekspektasi mengingat hiruk-pikuk pesta demokrasi Pemilihan Umum sempat membuat pasar terkungkung sentimen negatif. Apalagi pengaruh perlambatan ekonomi global yang membuat pasar nelangsa.

Namun, kekhawatiran tersebut tak terbukti. Nyatanya, dari Januari hingga 29 Desember 2014, aksi beli bersih (net buy) investor asing malah menembus Rp40,10 triliun, angka tertinggi sepanjang sejarah. “Gejolak politik tak memengaruhi optimisme investor bertransaksi,” kata Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, ketika itu.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top