Empat Pernyataan Paling Kontroversial dari Edy Rahmayadi

Daniel
Daniel

Empat Pernyataan Paling Kontroversial dari Edy Rahmayadi Foto: Juara/Kukuh Wahyudi

Winnetnews.com – Edy Rahmayadi resmi meninggalkan kursi Ketua Umum PSSI. Hal itu disampaikan pada kongres tahunan PSSI yang dilangsungkan di Nusa Dua, Bali. Edy mengakui dirinya gagal membawa persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik.

Selama menjabat sejak 2016, pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara tersebut kerap kali melontarkan pernyataan yang berbau kontroversi. Bahkan, pernyataannya tidak jarang menjadi viral di media sosial.

Berikut ini adalah empat pernyataan kontroversial Edy Rahmayadi yang pernah membuat heboh masyarakat Indonesia sekaligus jagat media sosial.

  1. Apa Hak Anda Menanyakan Hal Itu?




    Salah satu momen yang tidak terlupakan adalah ketika Edy melontarkan pertanyaan kepada salah satu presenter berita stasiun televisi swasta. Pada saat itu hal yang sedang dibahas adalah soal rangkap jabatan yang dilakukannya.

    Seperti diketahui, Edy memang sempat menjabat ketua umum PSSI sekaligus juga sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hal itu banyak ditentang oleh para pencinta sepak bola tanah air, sebab dianggap menyalahi aturan dan merugikan PSSI.

    “Anda kan sekarang menjadi Gubernur Sumatera Utara. Apakah Anda merasa terganggu ketika tugas dan tanggungjawab Anda sebagai gubernur kemudian juga menjadi ketua umum PSSI?” tanya si news anchor pada saat itu.

    “Apa urusannya Anda menanyakan hal itu? Bukan hak Anda juga bertanya kepada saya,” tegas Edy menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

  2. Tanggapan Usai Menampar Suporter




    Pada laga PSMS melawan Persela Lamongan pada 21 September 2018, Edy Rahmayadi menyaksikan langsung laga yang digelar di Stadion Teladan dari kursi VVIP. Namun pada saat itu ada seorang suporter yang menyalakan flare.

    Tidak tinggal diam, Edy turun dan menemui suporter tersebut. Kejadian menjadi heboh ketika Edy terekam kamera menampar pipi suporter tersebut. Tanpa butuh waktu lama video tersebut lalu menjadi viral di sosial media.

    Edy langsung menanggapi hal tersebut dengan pernyataan yang sedikit terdengar nyeleneh. Menurutnya ia tidak mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak. Ia menjadi marah karena anak yang ia tampar membawa flare.

    “Saya mana mungkin melakukan kekerasan pada anak. Saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau gak percaya pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” jelasnya.

  3. Sebut Pemain Mata Duitan




    Bisa bermain di luar negeri seharusnya merupakan kebanggaan untuk sepak bola nasional. Itu berarti kemampuan pemain-pemain kita dipandang oleh mata internasional, sekaligus bakat mereka diakui dan dinilai bisa bersaing.

    Namun, menurut seorang Edy Rahmayadi, hal itu bukan jadi sesuatu yang membanggakan. Kejadiannya berawal ketika Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn direkrut oleh klub Malaysia, Selangor FA. Mendengar kabar tersebut, Edy menganggap dua pemain tersebut mata duitan dan tak punya jiwa nasionalisme.

    “Siapa mereka (Selangor)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa naisonalisme. Nanti akan saya kumpulkan segera,” terang Edy.
  4. Wartawan Baik, Timnas Baik




    Kegagalan Timnas Indonesia tampil impresif di turnamen Piala AFF 2018 menuai protes keras dari para suporter sepak bola tanah air. Mereka merasa jengah karena prestasi timnas di ajang tersebut selalu jeblok dan tak pernah membanggakan.

    Para pencinta sepak bola tanah air menilai kegagalan timnas salah satunya adalah ketidakbecusan PSSI dalam mengurus organisasi, yang berimbas pada buruknya performa timnas dan liga lokal. Namun, Edy menanggapi protes tersebut dengan pernyataan yang tidak masuk akal.

    “Wartawannya harus baik. Kalau wartawannya baik, timnasnya juga baik,” ujarnya. Sontak pernyataan tersebut menjadi viral dan semakin membuat suporter kesal. Tagar #EdyOut pun beberapa kali menjadi trending di media sosial Twitter.

Apa Reaksi Kamu?