Eni Saragih Ditangkap KPK Saat Sedang di Rumah Mensos

Rusmanto
Sabtu, 14 Juli 2018 04:47 WIB
Oleh Rusmanto pada Sabtu, 14 Juli 2018 04:47 WIB
Image Eni Saragih Ditangkap KPK Saat Sedang di Rumah Mensos
istimewa

WinNetNews.com - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sedang makan saat ditangkap KPK. Ia menyatakan penangkapan itu bukan saat adanya penyerahan suap terkait Eni.

"Eni duduk, makan-makan. Nggak ada sama sekali (penyerahan suap)," kata Idrus di Ponpes An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Jumat (13/7/2018).

Penangkapan Eni sendiri terjadi di rumah dinas Idrus. Menurut Idrus, saat itu Eni sedang memenuhi undangan untuk acara ulang tahun anaknya. Idrus pun kaget Eni ditangkap KPK di kediamannya.

"Nah begitu hampir mau selesai, saya mau berangkat (ke Serang). Saya di dalam ruangan, Eni di luar. Begitu ada (penyidik), saya juga kaget. Ini ada begini, ada apa memang? (Tim KPK menunjukkan) ini ada suratnya," tuturnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan Eni dan langsung membawanya untuk diperiksa. Selain Eni, ada 8 orang yang ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (13/7) sore itu. 

"Ada waktu sekitar 24 jam bagi KPK untuk menentukan status hukum dari kasus ini dan terhadap orang-orang yang diamankan tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK. 

Ada duit Rp 500 juta yang turut diamankan. Menurut KPK, duit itu terkait dengan tugas Komisi VII yang membidangi energi. (detikcom)

Cara Move On dari Mantan Pacar
Serangan Udara di Suriah Tewaskan 7 Warga Sipil

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.