Epidemiolog Minta Pemerintah Hentikan Vaksin Nusantara, Kenapa?
Ilustrasi vaksin

Epidemiolog Minta Pemerintah Hentikan Vaksin Nusantara, Kenapa?

Senin, 22 Feb 2021 | 10:40 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meminta pemerintah untuk segera menghentikan pengembangan vaksin nusantara. Pando menyoroti vaksin nusantara yang mengklaim menggunakan metode sel dendritik, yang diketahui banyak digunakan untuk terapi kepada pasien kanker.

Menurutnya,  untuk imunoterapi kanker bukan karena setiap orang diberi jumlah sel dendritik, tetapi karena setiap orang sel dendritik-nya bisa mendapat perlakuan yang berbeda. Dalam hal ini yang disesuaikan adalah perlakuan terhadap sel dendritik tersebut.

“Jadi pada imunoterapi kanker sel dendritik tetap diberi antigen, tetapi antigennya bisa dari tumornya dia sendiri. Karena itu sifatnya personal,” kata Pandu dalam pernyataan resminya, Sabtu (20/2).

Dalam pernyataannya, Pandu memberi dua catatan terkait dengan pengembangan vaksin nusantara. Pertama  membandingkan perbedaan sel dendritik pada terapi kanker dengan vaksin dendritik. Bahwa untuk terapi kanker sel dendritik yang dibiakan ditambahkan antigen tumor diisolasi dari darah pasien untuk kemudian disuntikkan kembali kepada pasien tersebut.

“Sementara, pada vaksin, sel dendritik ditambahkan antigen virus,” ujarnya.

Kedua adalah sel dendritik memerlukan pelayanan medis khusus seperti  ruang steril, dan inkubator CO2, dan adanya potensi risiko. Dengan begitu, angat besar risiko, antara lain sterilitas, pirogen (ikutnya mikroba yang menyebabkan infeksi), dan tidak terstandar potensi vaksin karena pembuatan individual.

“Jadi, sebenarnya sel dendritik untuk terapi bersifat individual, dikembangkan untuk terapi kanker. Sehingga tidak layak untuk vaksinasi massal,” tegas Pandu.

Atas dasar tersebut, Pandu meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk menghentikan pengembangan vaksin nusantara.

Oleh karena itu, Pandu Riono meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin segera menghentikan vaksin nusantara demi kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Itu kan menggunakan anggaran pemerintah (Kemenkes) atas kuasa Pak Terawan sewaktu menjabat Menkes,” ucapnya. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...