Erdogan Sebut Jaringan Gulen Dalang Serangan Bom Turki

Erdogan Sebut Jaringan Gulen Dalang Serangan Bom Turki

Jumat, 19 Agt 2016 | 06:51 | Rusmanto
WinNetNews.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh pengikut dari organisasi keagamaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sebagai dalang dari rencana kudeta beberapa waktu lalu. Erdoga juga menuduh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bagian dari rencana kudeta itu.

Diberitakan oleh Reuters, Jumat (19/8/2016), Erdogan menghubungkan PKK dengan kejadian pada tanggal 15 Juli lalu dan 'merumahkan' sekitar ribuan orang. Erdogan menyalahkan pimpinan spritual Fethullah Gulen yang berada di Pennsylvania sejak tahun 1999.

Ucapan yang dilontarkan oleh Erdogan ini terkait adanya serangan bom yang menewaskan 30 orang yang kebanyakan terdiri dari polisi dan tentara. Gerilyawan PKK Kurdi disebut berada di balik serangan bom itu.

"Anda tidak perlu menjadi seorang peramal untuk melihat bahwa Feto berada di belakang serangan PKK terbaru," kata Erdogan.

Feto adalah istilah Ankara untuk jaringan Gulen.

Pihak Gedung Putih mengutuk serangan bom ini. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned menyebut kedua negara akan terus bekerja sama untuk memerangi kelompok teroris.

Sekitar 120 orang luka-luka dalam serangan bom itu. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan bom mobil serupa, juga di wilayah Turki timur. Kantor berita Turki, Dogan melaporkan, kelompok militan Kurdi terlarang, Kurdistan Workers Party (PKK) mendalangi serangan itu. Media tersebut mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Fikri Isik. Kelompok PKK tersebut telah kerap melakukan serangan-serangan terhadap kantor-kantor polisi di Turki beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya pada Rabu, 17 Agustus waktu setempat, tiga orang tewas dan 40 orang lainnya luka-luka ketika sebuah bom mobil meledak di dekat kantor polisi di provinsi Van, Turki timur, dekat perbatasan Ira.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...