ETF berbasis saham BUMN membidik imbal hasil 15%

ETF berbasis saham BUMN membidik imbal hasil 15%

Pasar produk reksadana yang diperdagangkan di bursa alias exchange traded fund (ETF) kedatangan penghuni baru. PT Indo Premier Investment Management merilis ETF berbasis saham bertajuk Premier ETF Indonesia State-Owned Companies. Produk anyar ini berisi 20 saham badan usaha milik negara (BUMN).

Direktur Indo Premier Investment Management Ernawan R Salimsyah mengatakan, produk ini telah menggenggam dana kelolaan sekitar Rp 100 miliar. Perusahaan optimistis bisa membidik dana kelolaan antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun dalam setahun pertama setelah meluncur.

ETF yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/10) ini mengusung ticker XISC. Pengelolaannya secara aktif, artinya Indo Premier Investment Management berwenang menentukan emiten yang masuk dalam portofolio. Pemilihan aset dasar berdasarkan analisis fundamental, pendapatan emiten, serta kontrol terhadap ongkos produksi.

Saat ini, saham yang dilirik berasal dari sektor infrastruktur dan industri terkait, seperti semen, besi, baja serta perbankan. Ernawan mengklaim, sektor tersebut akan diuntungkan dengan rencana pemerintah yang agresif membangun infrastruktur dalam lima tahun ke depan.

Ia optimistis, produk anyar ini akan membagikan return sekitar 15% pada akhir tahun ini. Asumsi tersebut menghitung indeks harga saham gabungan (IHSG) di kisaran 4.800-5.000 pada akhir tahun. Adapun, tahun depan, XISC diprediksi membagikan return di atas 25%. "IHSG tahun depan diperkirakan bisa 5.500. Nah, XISC bisa lebih tinggi 5% dari IHSG," kata Ernawan.

Presiden Direktur PT Indo Premier Investment Management John D. Item, menyatakan, produk ini bisa menjadi alternatif di tengah fluktuasi pasar modal. Dengan tambahan produk baru ini, sebanyak sembilan produk ETF sudah meluncur di pasar.