Skip to main content

Evakuasi 11 Penambang di Jambi Mulai Gunakan Alat Berat

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com- Alat berat ekskavator mulai diterjunkan untuk proses evakuasi 11 penambang emas ilegal yang terjebak dalam lubang galian di Kabupaten Merangin, Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Arief Munandar, di Jambi, Selasa mengatakan,"mulai hari ini alat berat sudah turun, upayanya yakni menimbun lubang dari aliran sungai yang menyebabkan air masuk ke lubang galian penambang.”

11 penambang emas ilegal atauPenambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pemberap terjebak dalam galian lubang mereka sendiri sejak, Senin (24/10) lalu. Sampai hari kedelapan, 11 penambang ini belum berhasil dievakuasi.

Tim SAR terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan warga sejak hari pertama telah berupaya melakukan evakuasi, tapi terkendala karena lubang galian penambang sudah dipenuhi air.

"Penimbunan di sekitar tepi sungai tempat lobang tambang yang bocor itu menggunakan tanah dan material yang dimasukan dalam karung," terang Arief.

Arief menyebut, sejak lubang dari sungai ditimbun, air dalam lubang galian tambang emas tempat penambang terjebak jadi jauh berkurang.

"Selama ini tim evakuasi berupaya menyedot air yang memenuhi lubang galian mereka. Namun air tidak kunjung kering-kering meski 13 pompa air bekerja 24 jam," ucapnya.

Dia menyampaikan jika air dalam lubang galian tambang emas kering, kemungkinan evakuasi 11 penambang dapat cepat dilakukan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top