'Ex Machina', Konflik Idealisme dan Nurani atas A.I. yang Sempurna

'Ex Machina', Konflik Idealisme dan Nurani atas A.I. yang Sempurna

Jumat, 8 Jan 2016 | 14:42 | kontri

One day the AI's are going to look back on us,

the same way we look at fossil skeletons on the plains of Africa, ”

_Nathan Bateman_

WinNetNews.com

- Tema mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A.I.) sudah sering diangkat dalam film. Seperti yang terbaru dalam Chappie dan Her . Namun di tangan Alex Garland yang terkenal dengan skenario inovatifnya dalam 28 Days Later, tema familiar ini menjadi segar dalam film sci-fi , Ex Machina .

Pendekatan yang digunakan Garland tak hanya menjadikan Ex Machina  memiliki skenario yang ambisius, namun juga menjadi debut prestisius Garland sebagai sutradara.

Caleb (Domhnall Gleeson) adalah seorang programer dan pegawai kelas bawah di Bluebook, sebuah perusahaan mesin pencari terpopuler di dunia (mirip dengan Google). Ia memenangkan kompetisi yang diadakan oleh CEO-nya yang jenius, Nathan (Oscar Isaac). Hadiahnya adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu seminggu bersama Nathan di Alaska.

Sesampainya di sana, ternyata Caleb bukan sekedar diundang untuk liburan, melainkan melakukan sebuah pengujian terhadap prototype A.I. generasi terbaru, dalam wujud robot berwajah cantik bernama Ava (Alicia Vikander). Caleb bertugas untuk melakukan kontak verbal dengan Ava dan menguji kesempurnaan Ava.

Penasaran dengan kelanjutan film ini? Jangan lupa saksikan tayangan perdana Ex Machina di layar kaca, hanya di HBO channel 021 Topas TV Pilihan Pas Untuk Semua!

Buat yang belum berlangganan ayo segera berlangganan dengan promo “Goalbastis”, hanya dengan Rp 299.000 sudah mendapatkan paket All Basic + Fox Channel + HBO Channel selama 2 tahun. Tunggu apa lagi?

Info lebih lanjut silahkan klik di Promo Goalbastis Topas Tv

#SatNightPremiere #TopasTV

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...