Fahri Hamzah Didesak Turun Oleh Elite Partainya Sendiri

Fahri Hamzah Didesak Turun Oleh Elite Partainya Sendiri

Senin, 11 Jan 2016 | 11:07 | kontributor

WinNetNews.com - Setelah Setya Novanto mundur sebagai ketua DPR di akhir Desember 2015 lalu, akibat kasus "Papa minta saham" PT Freeport Indonesia, kini Fahri Hamzah pun diminta untuk mundur dari tahta nya saat ini.

Politisi dari fraksi PKS yang kini menduduki kursi Wakil Ketua DPR itu kabarnya mendapatkan tekanan untuk mengundurkan diri dari elite partainya sendiri secara pribadi.

Diduga, dorongan untuk mundur itu lantaran Fahri Hamzah dilaporkan ke MKD karena telah sewenang-wenang menonaktifkan Akbar Faizal dari MKD jelang persidangan akhir kasus "papa minta saham", Setya Novanto.

Akbar Faizal tak terima dinonaktifkan dari MKD oleh Fahri Hamzah. Akbar lantas melaporkan Fahri ke MKD, dan MKD kemudian melakukan verifikasi terhadap laporan itu.

Baca juga artikel: Akbar Faizal: Saya Boleh Tetap di Dalam, Tapi Suara Tidak Dihitung

"Terkait permintaan mundur dari kader dan simpatisan, perlu saya jelaskan bahwa Saya belum pernah menerima selembar surat apapun dari kader PKS yang meminta saya mengundurkan diri. Hanya memang pernah ada pembicaraan pribadi dengan Ketua Majlis Syuro PKS. Namun karena permintaan itu bersifat pribadi –bukan keputusan lembaga atau institusi Partai- maka Saya juga telah memberikan tanggapan secara pribadi pula. Terkait hal ini, Saya akan menjelaskan secara lengkap pada kesempatan yang lain," kata Fahri dikutip dari Detik, Senin (11/01/16).

 

Sempat ada wacana untuk merombak ulang pimpinan DPR pasca mundurnya Novanto. Namun hingga saat ini wacana tersebut belum terealisasikan. Kubu PKS sendiri pun sebetulnya tidak menyetujui perihal perombakan total pada komposisi pimpinan DPR saat ini. Namun, sejak 17 Desember 2015 PKS telah membicarakan soal fraksi yang akan merotasi Wakil Ketua DPR saat ini.

"Kalau dalam konteks sekarang, agar tidak menimbulkan kegaduhan, lebih bijak DPR tidak membuat manuver yang ditafsirkan rakyat sebagai cari kekuasaan dalam kesempitan. Tapi bahwa tiap-tiap fraksi misal ingin merotasi wakil pimpinannya, itu hak fraksi masing-masing," kata Wasekjen PKS, Mardani Ali Sera, yang ditulis dalam situs Detik pada 17 Desember 2015 lalu .

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, membenarkan informasi terkait adanya protes dari kader partai terhadap sikap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah.

Baca juga artikel: Mahasiswa UNJ 'Di-DO' karena Kritik Kampus, Fahri Hamzah Buat Surat Terbuka

Menurut dia, Fahri dianggap terlalu berpihak kepada mantan Ketua DPR, Setya Novanto, saat kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait kontrak PT Freeport Indonesia.

"Saya tak bicara siapanya, tapi kalau terjadi protes dari kader, ya itu terjadi," kata Mardani, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/01/15).

Menurut dia, sebagian kader bahkan mengininkan Fahri dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...