Fahri Hamzah Meminta ke Jokowi Agar Bencana NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional
Sumber foto : Istimewa

Fahri Hamzah Meminta ke Jokowi Agar Bencana NTB Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

Senin, 20 Agt 2018 | 21:06 | Oky

Winnetnews.com - Diguncang gempa berkali-kali dengan korban jiwa mencapai ratusan orang, status bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (5/8/2018) hingga Minggu (19/8/2018) lalu tidak berubah, yakni bencana daerah.

Padahal, banyak pihak berharap bencana tersebut dapat dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional, sehingga mendapatkan penanganan yang maksimal.

Salah satunya disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, lewat status twitternya @FahriHamzah. Berbeda dengan status twitter sebelumnya yang menyindir pemerintah pusat dengan menggambarkan buruknya keadaan warga NTB di posko pengungsian, kali ini Fahri Hamzah terkesan memelas.

Dirinya pun memohon kepada Presiden Joko Widodo agar dapat memberikan bantuan dalam skala besar dengan status apa pun. Dalam kicauannya, Fahri Hamzah meminta agar Jokowi dapat menetapkan status bencana nasional terhadap gempa NTB, serta meminta agar negara dapat hadir membantu rakyatnya.

"Pak @jokowi, Pimpin negara untuk memutuskan cara membantu rakyat NTB. #LombokSumbawaBerduka maka putuskanlah status apapun yang penting ada bantuan besar. Hampir 1000 kali gempa dan ratusan ribu pengungsi apakah kurang? Dari Arofah aku memohon. Negara mesti hadir dalam tindakan yang besar. Karena negara merupakan perhimpunan seluruh sumber daya masyarakat. Ia wujud dari kekokohan kolektif energi bangsa. Ayolah pak @jokowi ambil keputusan cepat, kerahkan sumberdaya negara. #BantuNTB," tulisnya

Fahri Hamzah yang berasal dari Sumbawa Barat, NTB, menyebutkan rakyat Indonesia sangat kuat dan memiliki solidaritas tinggi. Tetapi, dana-dana sosial yang terkumpul, katanya, belum dapat memulihkan NTB kembali pasca-bencana. Fahri Hamzah lantas meminta Jokowi segera turun tangan.

"Rakyat kita memang kuat. Masyarakat sipil bekerja menghimpun dana2 sosial, dengan tindakan yang spesifik tapi hanya pada spot yang terbatas. Negara bisa hadir melampaui nya. Mestinya dengan kesigapan yang cepat dan tangkas. Ayolah pak @jokowi turunlah. #BantuNTB," tulisnya.

"Jika negara lamban, maka masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada negara. Negara wajib hadir. Terutama dalam keadaan ketika alam seperti memberi kita hukuman. Allah maha tau apa yg terjadi. #BantuNTB," tambah Fahri Hamzah.

Kehadiran negara, lanjutnya, dirasakan melalui tindakan menyeluruh melalui dua alas, yakni regulasi dan penganggaran. Lewat regulasi, status bencana NTB perlu ditinjau ulang, ditingkatkan menjadi bencana nasional, agar negara terlibat penuh melalui struktur raksasanya dalam penyelesaian bencana Lombok.

Melalui budgeting, negara menganggarkan dana pemulihan sebesar Rp 4 triliun khusus Lombok. Dana bantuan tersebut, katanya, mesti dirasakan kehadirannya. Birokrasi pembiayaan pun diharapkannya mesti ringkas melalui penguatan kelembagaan.

"Struktur yang raksasa misalnya dengan membentuk badan rehabilitasi, akan mempercepat pemulihan NTB, memulihkan pariwisata Lombok, juga mengembalikan keceriaan warga. Jangan biarkan mereka terlalu lama dalam duka. Terlalu lama dalam tenda," papar Fahri.

"Dengan regulasi dan budgeting yang tanggap bencana itulah Maka harapan pemulihan Lombok dapat kita susun dalam time frame yang jelas. Dengan demikian kita bisa mengestimasi waktu kerja kita. Ada jadwal dan ada kepastian. Jangan seperti sekarang negara nampak gamang," bebernya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...