Fahri Hamzah Sebut Jokowi Perlu Dikuliahi Pengantar Demokrasi
Sumber foto : Istimewa

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Perlu Dikuliahi Pengantar Demokrasi

Minggu, 26 Agt 2018 | 10:04 | Oky

Winnetnews.com - Aktivis dan pendakwah Neno Warisman kembali ke Jakarta setelah mendapat penolakan massa di Pekanbaru, Riau. Tindakan kepolisian yang menahan pendakwah Neno warisman di dalam mobil bahkan tidak diberi makan dan minum menunjukkan terjadinya pelanggaran Hak Azasi Manusia.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melontarkan pernyataan pedas atas peristiwa yang menimpa Neno. Mneurutnya, hanya preman yang menolak kehadiran Neno untuk menghadiri deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden di Pekanbaru.

“Kenapa negara kita jadi banyak preman ya Pak Polisi? Masa di Tanah Melayu ada orang gak menerima ibu Neno Warisman, ngawur itu preman, salah tempat, salah kostum kali,” tulis Fahri di akun Twitternya @fahrihamzah, Minggu (26/8).

Ia pun menyindir Joko Widodo dan para koalisinya. Jika terus menerus mengelola bangsa ini dengan cara seperti penolakan terhadap Neno maka negara akan rusak.

“Kalau begini cara kalian mengelola perbedaan pendapat, rusak negara ini. Katanya survei menang besar? Masak sama perempuan aja takut kalian, pakai kirim preman bakar ban bekas di bandara segala?” tulisnya lagi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun meminta Jokowi jangan sok berkuasa menggunakan aparat untuk menghalau pihak yang berbeda pilihan politik.

“Bikin deklarasi yang sama dong. Jangan sok kuasa lah! Jangan memancing perpecahan!” tegasnya.

Bahkan Fahri mengusulkan agar pemerintahan Jokowi diberikan kuliah umum tetntang cara mengelola Indonesia yang menganut faham demokrasi.

“Ini rezim perlu diberi kuliah tentang pengantar demokrasi, sejarah reformasi – teori negara hukum, makna kebebasan, mengelola perbedaan hak-hak warga negara,” tulis Fahri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...