Fahri Hamzah Tidak Terima Surat Pemecatannya Diantar OB
sumber foto : istimewa

Fahri Hamzah Tidak Terima Surat Pemecatannya Diantar OB

Rabu, 21 Mar 2018 | 19:02 | Oky

Winnetnews.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam di ruang Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (19/3). Penyidik melontarkan 12 pertanyaan kepadanya.

Usai menjalani pemeriksaan, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bercerita soal dirinya yang dipecat sebagai anggota partai oleh Presiden PKS Sohibul Iman.

1. Fahri merasa dirinya dizalimi

Kasus antara Fahri Hamzah dengan Presiden PKS Sohibul Iman bermula dari keputusan pencabutan status Fahri sebagai kader PKS. Keputusan ini mendapat tentangan dari Farhi Hamzah dengan menggugat putusan tersebut.
 
Fahri akhirnya memenangkan gugatannya di dua pengadilan yang menandakan dirinya memiliki wewenang yang sah menjabat sebagai Pemimpin DPR.

"Saya meminta dia (Sohibul Iman) turun dari presiden partai, gak usah mundur dari kader. Kalau sayakan benar-benar dioperasi dari partai supaya gak jadi kader dalam tempo yang sangat singkat," tambahnya.

Setelah melipat lengan bajunya, Fahri melanjutkan ceritanya. "Dipecatnya hari Minggu surat diantar oleh Office Boy sore-sore ke rumah, gak menghormati orang," lanjutnya dengan menggebu-gebu.

Sejak kejadian tersebut, Fahri mengaku belum pernah bertemu Sohibul Iman. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda keinginan dari pihak partai untuk islah dengan dirinya.

2. Fahri membandingkan dengan kasus pemecatan kader PKS lainnya

Fahri tampak geram sekaligus sedih tatkala dirinya menceritakan hal itu. Terlihat dari nada bicaranya yang mulai merendah.

"Waktu dulu ada senior PKS dipecat, Ketua DPW yang anterin surat dan dibacakannya sambil menangis di depannya. Nah saya dianter oleh office boy. Saya ini bukan kader kemarin sore," papar dia mengakhiri cerita.

Polemik antara Fahri dan Sohibul Iman cukup menguras perhatian publik. Meski begitu, Fahri menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kepentingan PKS.

"Ini agar menjadi pembelajaran bagi PKS. Ini delik perkara ringan, kalau dia memutuskan untuk turun dari presiden PKS, saya bisa cabut laporannya," tutup dia.

3. Fahri minta agar Presiden PKS dijadikan tersangka

Sebelum menjalani pemeriksaan, Fahri sempat meminta agar Presiden PKS Sohibul Iman segera dijadikan tersangka. Pasalnya, Fahri sangat geram lantaran dirinya disebut sebagai pembohong dan pembangkang.

"Mudah-mudahan cepat ya jadi tersangka, hahaha," kata Fahri dengan sedikit bercanda.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...