Faisal Basri Bocorkan Banyaknya Utang Bukan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Sumber : Istimewa

Faisal Basri Bocorkan Banyaknya Utang Bukan Untuk Pembangunan Infrastruktur

Senin, 9 Apr 2018 | 13:16 | Oky

Winnetnews.com - Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) sekaligus Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri membocorkan data terkait kepenggunaan utang Indonesia.

Hal ini ia sampaikan di program acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun tvone dengan judul 'Tembus Rp 4.000 Triliun: Benarkah Indonesia Darurat Utang?', Kamis (5/4/2018).

"Perlu ada pengimbang. Pemerintah kerap membanding-bandingkan Indonesia yang rasio utangnya tiga puluh persen dengan Jepang yang dua ratus persen. Kan dahsyat tuh, (utang) Indonesia terlihat kecil", ujarnya membuka.

Menambahkan, Faisal Basri juga membocorkan data terkait penggunaan utang yang ternyata dominan bukan untuk pembangunan infrastruktur.

"Pertanyaanya, apakah benar penambahan utang itu digunakan sebagian besar untuk infrastruktur?

Khusus untuk pemerintah pusat, ternyata tidak benar. Nih saya kasih datanya, jadi pengeluaran paling banyak dan yang meningkatnya paling banyak itu belanja barang.

Belanja barang itu tadinya 2014 itu hanya 15% sekarang 25% dari total belanja pemerintah pusat. Itu habis setahun. Lalu belanja pegawai, naik dari 2014 20 % sekarang jadi 25%. Jadi total belanja pemerintah pusat itu naik untuk personel dan material itu dari 35% jadi 50%.

Nah infrastruktur kan belanja modal ya, belanja modalnya nggak naik. 2014 hanya 12% dan APBN 2018 sekarang ini 12% juga.

Jadi ngeri saya ini. Kapan dapat hasilnya kalau yang banyak menikmati utang itu adalah belanja pegawai dan belanja barang?", ujarnya menutup. 

Dikutip dari TribunWow.com dikabarkan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan total utang pemerintah pusat sampai dengan akhir Januari 2018 mencapai Rp 3.958,66 triliun.

Angka ini meningkat sekitar Rp 19,96 triliun dari posisi utang pada Desember 2017 yang sebesar Rp 3.938,7 triliun.

Posisi utang pemerintah tersebut tercatat sebesar 29,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai Rp 13.588,8 triliun pada 2017.

Rasio utang pemerintah pusat ini menurun dibanding posisi akhir Desember tahun lalu yang mencapai 29,2 persen dari PDB yang nilainya sebesar Rp 13.476 triliun. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...