Skip to main content

Fakta-fakta Dita Aditia, Staf Ahli yang Mengaku Dianiaya Masinton

Fakta-fakta Dita Aditia, Staf Ahli yang Mengaku Dianiaya Masinton
Fakta-fakta Dita Aditia, Staf Ahli yang Mengaku Dianiaya Masinton

WinNetNews.com - Staf ahli anggota DPR, Dita Aditia Ismawati, melaporkan anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu ke Bareskrim Polri terkait dugaan penganiayaan. Ada fakta-fakta seputar Dita yang mengaku dibogem di sekitar mata kanan oleh bosnya di DPR itu.

1. Sekitar mata kanan lebam parah, mata merah

Pada saat melapor ke Bareskrim Polri, sekitar mata kanan Dita lebam cukup parah. Matanya juga merah. Dita melapor ke Polisi didampingi anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai NasDem Wibi Andrino.

2. Dita adalah kader NasDem

Dita sebetulnya kader NasDem, namun bekerja untuk Masinton yang merupakan politisi PDIP. Masinton mengakui dititipi temannya di NasDem.

"Aku dititipi teman. Waktu itu ada penambahan aspri (asisten pribadi), kebetulan ada lowongan," ucap Masinton saat dihubungi, Minggu (31/1/2016).

Menurut Masinton, dia sudah tahu sejak awal kalau Dita adalah simpatisan NasDem. Dia mau menerima Dita sebagai asisten pribadi karena Dita mau membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.

"Di NasDem dia cuma simpatisan, tempat nongkrong. Dia harus punya KTA PDIP, ya pak nanti saya buat KTA PDIP," ujar Masinton sambil mengulang perkataan Dita.

Masinton akhirnya menerima Dita menjadi asisten pribadinya. Meski dalam laporan polisi, Dita menyebut dirinya adalah staf ahli Masinton. Bukan asisten pribadi.

3. Dijemput Masinton saat kumpul kader NasDem

Masinton menjemput Dita dari sebuah restoran di bilangan Jakarta Pusat sekitar pukul 23.00 WIB malam, Kamis (21/1) lalu.

"Di perjalanan, Masinton ini mungkin Dita sebagai TA-nya Masinton, kok nongkrong-nongkrong sama orang NasDem, jangan-jangan nanti ada yang dibahas-bahas rahasia dapur kan. Dita bilang enggak ada, enggak ada ngomong apa-apa kok. Cek cok di perjalanan, ya melayanglah itu tangan," kata anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai NasDem Wibi Andrino, Sabtu (31/1/2016).

4. Membantah tudingan Masinton soal mabuk saat dijemput

Dalam pembelaannya, Masinton menyebut Dita mabuk dan memutar kemudin mobil di perjalanan. Dita menampik hal ini.

"Tidak ada (mabuk), biar Dita yang menjelaskan " kata Anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Nasdem, Wibi Andrino, Minggu (31/1/2016).

Saat di dalam mobil, lanjut Sekretaris Nasdem DKI itu, Dita menjelaskan bahwa tidak ada pembahasan soal rahasia partai saat Dita berkumpul dengan kader Partai Nasdem di Restoran di bilangan Cikini, Jakarta Pusat tersebut. Namun akhirnya terjadi cekcok.

"Terjadi cekcok, ya itu (Dita kena) bogem mentah tangan kiri Masinton," ujar Wibi yang mendampingi Dita melapor ke Bareskrim Polri malam tadi.

Namun tentu saja Masinton menampik tudingan ini. "Itu gua abis dari acara pulang sama sopir, ada bertiga. Dia (Dita) telepon TA (Tenaga Ahli) aku malam itu. Dia mabuk di Cikini minta dijemput karena nggak bisa bawa mobil," ucap Masinton, Sabtu (30/1/2016) malam.

5. Lapor Bareskrim Polri sembilan hari setelah kejadian

Kasus itu terjadi pada Kamis (21/1) lalu. Dita baru lapor ke Bareskrim sembilan hari setelahnya karena baru mengungkapkan cerita sedih itu kepada temannya di tengah rapat NasDem.

"Kemarin pas rapat matanya bonyok. Kenapa mata lo? Dia nggak ngomong, nggak ngaku malah nangis. Setelah ditanya-tanya, akhirnya baru ngaku (dipukul Masinton)," kata Anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Nasdem, Wibi Andrino, Minggu (31/1/2016).

Wibi yang juga anggota badan advokasi hukum NasDem, lalu mengkonfirmasi hal itu kepada Masinton langsung. Namun Masinton membantah. Sampai akhirnya Wibi dihubungi oleh ibunya Dita yang membenarkan pemukulan kepada anaknya.

Meski diberi pengobatan, namun Dita didampingi Wibi tetap melaporkan Masinton ke Bareskrim dan diterima malam tadi. Masinton dilaporkan dengan pasal penganiayaan.

Soal pengobatan bagi Dita itu sebelumnya dibenarkan oleh Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik. Namun Abraham menyebut pengobatan itu atas permintaan Dita. "Besoknya tanggal 22 Januari 2016 Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini," terang Abraham.

Leo dan Masinton selanjutnya membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini selama 2 hari 2 malam yang didampingi orang tuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang. "Selama masa pemulihan, Dita disarankan untuk sementara istirahat dan diperkenankan izin tidak masuk kerja," ucap Abraham.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top