Pengakuan Pembunuh 2 Anak Tiri di Medan, Sakit Hati karena Disebut Pelit

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Pengakuan Pembunuh 2 Anak Tiri di Medan, Sakit Hati karena Disebut Pelit
Foto: detikcom

Winnetnews.com -  Motif dibalik pembunuhan sadis 2 anak yang dilakukan seorang ayah tiri di Medan, Sumatera Utara perlahan mulai menunjukan titik terang. Polres Medan menyebut pelaku melakukan tindakan keji tersebut lantaran sakit.

Tersangka R (30) mengaku sakit hati kepada IF (10) dan RA (5) karena menyebutnya pelit dan meminta ibunya mencari ayah baru.

Menurut keterangan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, peristiwa berawal saat ibu korban, Fathulzannah (30) mengantar kedua anaknya ke rumah neneknya, di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun pada Jumat (19/6/2020) sore.Setelahnya, sang ibu berangkat kerja dan kedua korban lalu pulang ke rumah kontrakan ayah tirinya.

“Mereka nonton tv sama bapak tirinya. Pukul 20.00 WIB, si anak ini minta dibelikan es, tapi bapaknya bilang tak punya uang. Ini baru pengakuan awal dari tersangka,” kata Riko saat pra-rekonstruksi pembunuhan di lokasi kejadian, Senin (22/6/2020).

Sang anak kemudian disebut mengatakan bahwa bapaknya pelit dan akan meminta ibunya untuk mencari ayah baru.

“Motifnya masih kita dalami. Apakah betul karena pelaku marah dikatakan pelit dan minta ibunya cari bapak baru. Motifnya sakit hati dan dendam dengan anak tersebut. Itu keterangan dari tersangka,” ujarnya.

Pelaku mengaku melakukan pembunuhan pada Jumat malam. Pada Sabtu (20/6) ibu korban sempat menanyakan keberadaan anaknya. Namun, pelaku tidak menjawab dan terlihat ketakutan.

“Si istri sempat bertanya kepada pelaku tentang keberadaan anak-anaknya. Tapi yang bersangkutan tidak menjawab, seperti kelihatan ketakutan,” ujarnya.

Kemudian pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku mengirimkan pesan lewat akun Facebook ke istrinya. Dalam pesan itu pelaku mengaku sudah membunuh kedua anaknya. Ia juga mengaku membuang kedua anaknya ke sebelah sekolah.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia membunuh anaknya dengan dipegang tengkuknya lalu kepalanya dibenturkan. Setelah anaknya terjatuh, satu per satu dibenturkan lagi ke lantai dan dinding sebanyak 4 kali dan 5 kali. Usai dibenturkan ke dinding, pelaku melihat ternyata IF masih bergerak. Ia lalu menginjak dada dan perutnya.

“Korban RA juga sama, ia menginjak perutnya,” katanya.

Riko mengungkapkan, pelaku tidak memiliki HP, sehingga komunikasi yang dilakukan menggunakan akun Facebook. Pelaku harus ke warnet untuk membuka Facebook, kemudian mengirim pesan ke Facebook sang istri.

“Komunikasi melalui akun Facebook karena yang bersangkutan tidak punya HP. Pelaku sudah tes urine dan hasilnya negatif. Pelaku ditangkap 7 jam dari laporan yang kita terima. Pelaku ditangkap di Delitua, Deli Serdang,” katanya menambahkan.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan 351 (3) KUHP serta UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...