(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Fasilitas yang Diberikan Negara pada KPK Belum Representatif

Rusmanto
Rusmanto

Fasilitas yang Diberikan Negara pada KPK Belum Representatif
WinNetNews.com - Presiden Jokowi menaruh harapan besar pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersinegeri dengan lembaga lain memberantas korupsi. Meski begitu, ia mengakui selama ini negara belum cukup memberikan fasilitas yang representatif pada KPK.

"Sejak berdirinya KPK, fasilitas yang diberikan negara belumlah cukup representatif," kata Jokowi dalam sambutannya di peresmian gedung baru KPK di Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya meski fasilitas dan gedung baru bukanlah hal utama, namun fasilitas yang memadai akan menopang kinerja menjadi lebih maksimal. "Gedung baru dan fasilitasnya menopang semangat baru memberantas korupsi," sambungnya.

Ia meminta gedung baru yang segera ditempati itu bisa menjadi semangat baru untuk KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. Jokowi menekankan independensi KPK dalam langkah hukum yang akuntabel dan bebas dari intervensi politik.

Sebelum adanya gedung baru ini, pegawai KPK bekerja di gedung yang berdiri di Jl Rasuna Said. Gedung ini dinilai sudah tidak bisa menampung pegawai KPK yang jumlahnya mencapai 1.100 orang. Jarak gedung baru dan lama tidak terlalu jauh.

Selain itu, ruang tahanan yang ada di gedung lama juga sudah tak dapat menampung tahanan KPK sehingga sejumlah tahanan dititipkan di Rutan Guntur dan beberapa rutan lainnya.

Di gedung baru 16 lantai itu, dibuat 70 ruang pemeriksaan dan dilengkapi akses sekuriti yang lengkap. Untuk ruang tahanan, diletakkan di belakang gedung dan sementara dalam penyelesaian.

disadur dari situs detik news

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});