Skip to main content

Fenomena Kabut Asap Yang Tak Kunjung Usai Selimuti Langit Sumatera

Fenomena Kabut Asap Yang Tak Kunjung Usai Selimuti Langit Sumatera
Fenomena Kabut Asap Yang Tak Kunjung Usai Selimuti Langit Sumatera

Jakarta, wingamers - Hujan dengan intensintas ringan yang sempat mengguyur kota Pekanbaru, Riau pada hari rabu (9/9) lalu rupanya belum cukup mampu menghilangkan kabut asap di wilayah Pekanbaru. Hujan hanya turun satu hari, dan setelahnya kondisi kabut asap malah menjadi semakin tebal. Harapan warga agar bencana kabut asap tuntas setelah rintik hujan jatuh di kota terebut, rupanya tidak menjadi kenyataan.

Di wilayah Riau sendiri hingga hari jumat (11/9) terdapat 11 titik panas, sementara itu di wilayah Sumatera selatan terdapat 449 titik panas. Total titik panas di wilayah Sumatera ada 575 titik. Seperti di ketahui sebelumnya bahwa kabut asap yang terjadi di wilayah Pekanbau Riau sebagian besar adalah kabut asap kiriman dari lahan yang terbakar di wilayah Sumatera bagian Selatan, dan hingga kini angin masih mengarah ke wilayah Riau. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab kabut asap di Riau semakin menebal.

Ketebalan kabut asap hingga jumat (11/9) mengakibatkan jarak pandang hanya menapai 500 meter saja dan kondisi ini akan semakin memprihatinkan ketika hari mulai siang. Di Rengat jarak pandang hanya mencapai 200 m, Dumai 1 Km, Pahlawan Revolusi 200 m. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Ditambah lagi bencana kabut asap ini telah merenggut korban jiwa pada hari kamis (10/9) di wilayah provinsi Riau.

Muhanum Anggriawati (12), adalah putri dari salah satu wartawan Harian Vokal yang meninggal dunia seusai terpapar kabut asap yang semakin pekat. Sebelumnya, selama lima hari anak tersebut mendapatkan perawatan di ruang ICU RSUD Arifin Achmad. Menurut tim dokter terjadi penumpukan lendir di tenggorokan dan paru-parunya sehingga perlu mendapat perawatan intensif. Meskipun tim dokter yang menangani bocah malang tersebut tidak menyatakan bahwa almarhumah meninggal disebabkan oleh ISPA, namun orang tuanya menyebutkan bahwa anaknya sakit saat kabut asap menyelimuti kota Pekanbaru.

Masyarakat benar-benar menantikan langkah tegas pemerintah untuk menanggulangi masalah kabut asap di Riau.Masalah kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menurunkan kualitas hidup sehat warga yang terpapar kabut asap. Tindakan nyata harus segera dilakukan agar korban yang meninggal akibat terpapar kabut asap tidak bertambah.

Sementara itu, di Provinsi Jambi 1150 personel gabungan TNI sudah dikerahkan ke Sumatera untuk mengatasi bencana asap dari kebakaran hutan dan lahan. Tiga pesawat mengangkat satuan setingkat batalyon, yakni pasukan dai Yonarmed 10, Yonif 330, dan Yon Marinir. Pasukan ini diberangkat dari Halim Perdanakusuma.

Selain itu BPPT juga memasang pengikat asap (ground mist generator) di sekitar Bandara Sultan Thaha untuk mengurangi efek asap yang dapat mengganggu lalulintas penerbangan. Pemasangan ground mist generator (GMG) diharapkan mampu memeperbaiki jarak pandang serta membantu kegiatan pemadaman dari udara. Kabut asap di wilayah Jambi menurunkan jarak pandang hingga 400 m dan mengganggu aktivitas warga.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top