FIFA dan UEFA Dukung Aksi Solidaritas Jadon Sancho Terkait George Floyd
Aksi solidaritas pemain Borussia Dortmund, Jadon Sancho terkait isu rasisme terhadap George Floyd. (Foto: Insider)

FIFA dan UEFA Dukung Aksi Solidaritas Jadon Sancho Terkait George Floyd

Rabu, 3 Jun 2020 | 17:01 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Aksi solidaritas bintang Borussia Dortmund, Jadon Sancho, untuk George Floyd mendapatkan dukungan dari FIFA dan UEFA. Aksi itu disebut layak mendapatkan tepuk tangan, bukan hukuman.

Dikutip dari BolaSport.com, Rabu (3/6), Jadon Sancho dikabarkan akan dipanggil oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) terkait selebrasi yang menunjukkan dukungan untuk George Floyd.

Selebrasi tersebut dilakukan Sancho usai mencetak gol pertamanya di laga Bundesliga antara Borussia Dortmund kontra Paderborn pada Minggu (31/5).

Dia membuka kausnya dan menunjukkan tulisan 'Justice for George Floyd', merujuk pada warga Amerika Serikat yang kehilangan nyawanya di tangan polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika serikat pada Senin (25/5).

DFB merasa selebrasi Sancho itu merupakan sebuah kesalahan lantaran dianggap mengandung unsur politik. Menurut Wakil Presiden DFB, Rainer Koch, pemain yang bertanding seharusnya bebas dari pesan politik.

"Seperti halnya secara internasional, pertandingan sendiri harus tetap bebas dari pernyataan atau pesan politik apa pun," ucap Reiner, dilansir dari Sky Sports.

Untuk itu, DFB akan melakukan penyelidikan berkaitan dengan kasus tersebut. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Kontrol DFB, Anton Nachreiner.

"Badan kontrol DFB akan menangani masalah ini dalam beberapa hari mendatang dan meneliti keadaan kasus ini," kata Nachreiner, dikutip dari Mirror.

Kendati dicurigai membawa unsur politik oleh DFB, aksi Sancho mendapatkan dukungan dari FIFA dan UEFA. Baik FIFA maupun UEFA mengindikasikan bahwa bentuk-bentuk protes seperti yang dilakukan Sancho tidak boleh dihukum.

Peraturan FIFA memang melarang para pemain memperlihatkan slogan, pernyataan sikap atau gambar bernuansa politik, agama atau pribadi pada pakaian, sepatu atau peralatan lain yang mereka kenakan saat bermain.

Namun, FIFA mendesak asosiasi sepak bola yang menerapkan undang-undang itu untuk menggunakan common sense dan mempertimbangkan konteks seputar peristiwa tersebut.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Sancho dan pesepak bola lainnya layak mendapatkan tepuk tangan, bukan hukuman.

"Untuk menghindari keraguan, dalam kompetisi FIFA, aksi pemain baru-baru ini di pertandingan Bundesliga akan mendapatkan tepuk tangan dan bukan hukuman," kata Infantino, dilansir dari The Guardian.

"Kita semua harus mengatakan tidak pada rasisme dan segala bentuk diskriminasi. Kita semua harus mengatakan tidak terhadap kekerasan. Segala bentuk kekerasan," ucapnya menambahkan.

Hal serupa disampaikan oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Menurutnya, sepak bola adalah olahraga yang mendorong toleransi, inklusi, dan keadilan, dan itu sejalan dengan bentuk solidaritas terhadap Floyd.

"Itu adalah nilai-nilai yang sama yang dianut oleh mereka yang menunjukkan solidaritas kepada George Floyd," tutur Ceferin.

"Jika seorang pemain di kompetisi kami menampilkan pesan atau bertindak secara simbolis untuk meminta kesetaraan bagi manusia, keadaan di sekitar acara tersebut harus diperhitungkan sejalan dengan toleransi nol UEFA terhadap rasisme," ujarnya mengakhiri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...