FIFA Minta Target ke Indonesia Jelang Piala Dunia U-20
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jadi salah satu tempat berlangsungnya Piala Dunia U-20 pada 2021. [Foto: JPNN]

FIFA Minta Target ke Indonesia Jelang Piala Dunia U-20

Jumat, 24 Jan 2020 | 12:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional atau Federation International Football Association (FIFA) menginginkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 dapat membangun fasilitas stadion berkapasitas minimal 10 hingga 20 ribu penonton.

Mengutip CNNIndonesia, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto menuturkan, hal tersebut menjadi kewajiban pemerintah pusat dalam mendorong masyarakat untuk memeriahkan Piala Dunia U-20.

"Contohnya Kolombia itu paling meriah, tapi contoh kasus di Polandia 2019 itu paling sedikit [jumlah penontonnya], gaungnya tidak ramai. Maka FIFA meminta setiap pertandingan harus 10-20 ribu penonton. Saya kira itu sifatnya imbauan, wajar sih," ucap Gatot di Kantor Kemenpora, Kamis (23/1).

Enam stadion dipastikan bakal menggelar pertandingan Piala Dunia U-20 2021. Keenam stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Cibinong), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

SUGBK memiliki kapasitas stadion mencapai 77 ribu penonton, Pakansari bisa menampung sampai 30 ribu penonton, Gelora Bung Tomo 50 ribu penonton, Manahan 20 ribu penonton, Mandala Krida 22 ribu, dan I Wayan Dipta mampu menampung sekitar 25 ribu penonton.

Pemerintah disebut Gatot sudah memiliki cara untuk memenuhi imbauan dari FIFA. Salah satu caranya adalah Kemenpora akan memulai dengan promosi Piala Dunia U-20 2021 bersama PSSI. Gatot juga meminta PSSI untuk membuat kegiatan promosi seperti sayembara logo Piala Dunia U-20 2021.

"Minimal menjelang countdown kehebohan itu sudah harus ada. Ini beriringan dengan PON. Jangan sampai gaung PON kalah, jangan sampai Piala Dunia juga kalah," ucap Gatot.

Selain itu Kemenpora juga meminta PSSI untuk melakukan promosi Piala Dunia U-20 2021 secepat mungkin. Nantinya, lanjut Gatot, akan ada surat edaran dari pemerintah pusat maupun daerah untuk ikut membuat promosi.

Rencananya hitung mundur Piala Dunia U-20 2021 akan dilakukan tepat setahun sebelum gelaran dimulai yakni pada 24 Mei 2020. Jadwal itu disebut Gatot sudah pasti dan tidak bisa mundur. Pasalnya, dalam waktu yang berdekatan di China akan ada Piala Dunia Antarklub 2020 serta dimulainya liga-liga di Eropa.

"Setahun sebelum kickoff ada hitung mundur, itu harus jadi paling lambat hari pertama saat lebaran [2020]. Boleh sebelumnya, boleh saat puasa, tapi jangan mundur setelah tanggal 24 Mei 2020. Ini untuk mengingatkan publik akan adanya Piala Dunia," ujar Gatot. [cnn]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...