Filipina Bakal Lakukan Pemilihan Presiden, Penjagaan Kini Diperketat

Wahyu

Dipublikasikan 6 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Filipina Bakal Lakukan Pemilihan Presiden, Penjagaan Kini Diperketat
Winnetnews.com – Menjelang pergantian pemimpin tentunya setiap negara bakal meningkatkan pengamanan yang super ketat. Hal itu tentu tak lebih agar tidak terjadi sesuatu yang buruk karena negara saat itu dalam masa kekosongan pemimpin secara politik.

Hal ini pun terjadi untuk Filipina yang saat ini bakal melakukan pemilihan presiden. Sementara itu para wartawan melaporkan kekerasan politik sudah sering terjadi di Filipina.

Sementara itu, keamanan ditingkatkan di Filipina menjelang pemungutan suara untuk pemilihan presiden, Senin 9 Mei, yang berlangsung bersamaan dengan pemilihan kepala daerah. Sekitar 100.000 polisi dikerahkan karena kekhawatiran akan kekerasan akibat ketegangan antara pihak-pihak pendukung calon presiden maupun calon pemimpin daerah.

Lima calon akan bersaing untuk menggantikan Presiden Benigno Aquino, yang tidak bisa mencalonkan diri lagi setelah masa jabatan enam tahunnya berakhir. Jajak pendapat memperlihatkan calon yang unggul adalah Rodrigo Duterte, wali kota Davao City, Filipina selatan, yang menurut beberapa pihak bersikap otoriter.

Pada masa kampanye, dia juga melontarkan komentar yang kontroversial terkait pemerkosaan dan pembunuhan atas seorang misionaris perempuan asal Australia, di penjara Davao City ahun 1989.

Keempat calon lainnya adalah Grace Poe, Mar Roxas, Jejomar Binay, dan Miriam Defensor-Santiago.

Pemilihan umum kali ini juga diwarnai dengan bocornya data pribadi sekitar 55 juta pemilih karena diretas namun Komisi Pemilihan Umum Filipina sudah menegaskan kebocoran tidak akan mempengaruhi proses pemilihan presiden.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...