Filipina Imbau Agar Indonesia Tidak Bayar Tebusan ke pihak Abu Sayyaf

Filipina Imbau Agar Indonesia Tidak Bayar Tebusan ke pihak Abu Sayyaf

Rabu, 20 Apr 2016 | 18:31 | Rike
WinNetNews.com-Militer Filipina mengimbau agar Indonesia tidak lakukan pembayaran uang tebusan bagi warga negara asing yang disandera kelompok Abu Sayyaf maupun militan lain di wilayahnya. Hal ini demi hentikan 'industri' penculikan yang muncul di perairan negara itu.

"Angkatan Bersenjata terus mendorong semua orang untuk menjalankan kebijakan pemerintah soal no ransom policy," tegas salah seorang juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/4/2016).Pernyataan Padilla tersebut menanggapi laporan media yang mengutip pernyataan menteri Indonesia bahwa uang tebusan bagi 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf bakal dibayarkan dengan uang dari perusahaan.

Pada pernyataannya, Padilla tegaskan otoritas Filipina tak ingin pembayaran tebusan justru menambah subur praktik penculikan di wilayah perairannya. Otoritas Filipina berupaya keras guna memutus aliran dana yang miliki potensi memperkuat kelompok pemberontak dan militan semacam itu."Menghalangi berkembangnya 'industri' (penculikan) semacam ini," terang Padilla. Dalam pernyataan sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan pembayaran uang tebusan ini diambil oleh perusahaan. Saat ini, lanjut Luhut, proses pembayaran sedang berjalan. Kelompok Abu Sayyaf sebelumnya minta tebusan 50 juta peso atau Rp 15 miliar. Otoritas Filipina selama ini jarang melakukan pembahasan dan mempublikasikan pembayaran tebusan. Ditambahkan oleh Padilla, operasi militer menyelamatkan para sandera masih terus dilakukan."Keselamatan para korban penculikan menjadi perhatian utama kami," jamin dia.

Selain 10 WNI, masih terdapat 4 WNI lain juga 4 warga Malaysia yang diculik kelompok bersenjata di perairan yang sama dengan lokasi penculikan 10 WNI. Sedangkan, informasi lain sebut masih ada lima warga negara asing lainnya, termasuk terdapat 2 warga Kanada yang juga disandera di pulau terpencil Jolo, yang dikenal menjadi markas kuat kelompok Abu Sayyaf.

Sumber:detik.com

Foto: http://www.timeanddate.com

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...