Film Ini Ungkap Perjuangan Penderita Kanker Paru

Film Ini Ungkap Perjuangan Penderita Kanker Paru

Selasa, 9 Feb 2016 | 23:07 | Mellizya
WinNetNews.com - Aktris, model, dan produser Wulan Guritno kembali menyuguhkan film layar lebar garapannya berjudul I am Hope. Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini merupakan film kedua yang ia produseri setelah film Dilema. Di bawah rumah produksi Alkimia Production, Kaninga Pictures dan Berlian Entertainment, Wulan mendaulat sang suami, Adilla Dimitri duduk di kursi sutradara sekaligus penulis skenario dibantu oleh Renaldo Samsara. Dua sahabatnya Amanda Soekasah dan Janna Soekasah membantu Wulan sebagai produser serta penggagas film dan gerakan harapan.

I am Hope bercerita tentang perjuangan hidup Mia (Tatjana Saphira) melawan kanker paru-paru yang dideritanya. Mia mengidap kanker karena keturununan dari ibunya, Madina (Feby Febiola). Begitu mengetahui dirinya mengidap kanker, Mia dan ayahnya yang merupakan pencipta lagu dan komposer kawakan, Raja (Tio Pakusadewo) sangat cemas karena Madina meninggal dunia karena kanker. Mia divonis dokter (Ray Sahitapi) memiliki tumor aktif yang dicurigai pertanda kanker dan hanya mampu bertahan hidup selama delapan bulan.

Namun, dengan bantuan teman khayalannya, Maia (Alessandra Usman) Mia mampu tegar menjalani hidup. Maia selalu setia berada di sisi Mia dan bahkan menjadi teman satu kamar, tempat mereka memulai dan mengakhiri hari. Maia selalu mendukung penuh apapun yang dilakukan oleh Mia dan tak sedetik pun meninggalkan Mia dalam bahagia maupun duka. Terlebih saat Mia jatuh cinta dengan David (Fachry Albar) yang merupakan aktor teater. Maia juga menjadi mak comblang demi hubungan asmara mereka.

Tak sampai disitu, Mia sangat optimis untuk dapat menggelar sebuah pertunjukkan teater impiannya. Mia terinspirasi dari ibundanya yang merupakan seorang sutradara teater handal dan sosok produser yang ia kagumi, Rama Sastra (Ariyo Wahab). Dengan bantuan David, Maia, sang ayah, dan sebuah naskah berjudul Aku dan Harapanku yang ia tulis, Mia akhirnya dapat bekerja sama menggelar teater bersama Rama. Mia bertindak sebagai penulis sekaligus konseptor.

Ditengah proses penggarapan teater dan sebelum hari besar teater itu terwujud, kondisi Mia semakin buruk. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangat Mia untuk dapat bertahan hidup dan mewujudkan impian besarnya itu. Lantas apakah Mia berhasil melewati itu semua? Ataukah ia meninggal karena kanker paru-paru dan impiannya harus sirna? Film I am Hope akan tayang serentak pada 18 Februari 2016.

Film ini juga dibintangi oleh pemain lain seperti Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ine Febriyanti, anak kedua Wulan Guritno, London Abigail sebagai Mia kecil dan beberapa pejuang kanker atau disebut warriors of hope dari yayasan kanker di Indonesia. Untuk mendukung adegan demi adegan, sederet musisi Tanah Air sukses membius penonton lewat setiap lagu dalam original soundtrack. Mereka adalah RAN (Nyanyian Harapan), Yura Yunita (Kasih Jangan Kau Pergi), Alexa (Sekali Lagi), serta Ario Bayu yang turut sumbang suara. 

dilansir dari laman okezone

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...