Firli Bahuri Setuju Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor, Asal...

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 9 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Firli Bahuri Setuju Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor, Asal...
Ketua KPK Firli Bahuri

Winnetnews.com -  Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan setuju jika hukuman mati diterapkan pada pelaku tindak pidana korupsi. Namun, sebagai negara hukum, aturan yang dibuat harus sesuai dengan perundang-undangan.

"Segenap insan KPK seluruh anak bangsa mungkin sepakat bahwa para pelaku korupsi itu harus dihukum mati. Namun, UU Nomor 31/1999, dari 30 bentuk dan jenis tindak pidana korupsi, hanya satu hanya tindak pidana korupsi yang bisa diancam dengan hukuman mati," kata dia di Polda Bali, Rabu (24/11) dikutip dari ANTARA.

Firli menjelaskan, satu tindak pidana yang bisa dijerat hukuman mati adalah diatur pasal 2 ayat (1) UU 31/1999 yang unsur-unsurnya antara lain barang siapa dengan sengaja melakukan perbuatan ataupun menguntungkan orang lain yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Pasal 2 ayat (2), baru diatur tentang ancaman hukuman mati. Siapa yang melakukan korupsi dalam suasana bencana alam dan keadaan tertentu diancam hukuman mati," lanjutnya.

Menurutnya, mandat dan perintah yang tercantum dalam Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 31/1999 tentang Tipikor tersebut harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1). Sehingga, lanjut dia, tidak semua pelaku pidana korupsi bisa dihukum mati.

"Jadi tidak semua tindak pidana korupsi secara legalitas, secara hukum, bisa diancam dengan hukuman mati. Hanya tindak pidana korupsi yang diatur dalam pasal 2 ayat (1) dan pasal 2 ayat (2)," ucap dia.

"Jadi kalau sekarang ramai orang mengutuk seluruh pelaku korupsi diancam hukuman mati, saya setuju. Tapi persoalannya, undang-undang khan tidak demikian," ucapnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...