Fitnah Anggota Dewan Pers Sebagai Anggota PKI, Dosen Ini Akhirnya Minta Maaf
Foto: Istimewa`

Fitnah Anggota Dewan Pers Sebagai Anggota PKI, Dosen Ini Akhirnya Minta Maaf

Kamis, 9 Mar 2017 | 09:17 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Melalui ceramahnya beberapa lalu yang terunggah di situs Youtube, serta wawancaranya di sebuah media, Alfian Tanjung menuding salah satu anggota dewan pers sebagai kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Alfian Tanjung sendiri adalah seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA). Tidak terima mendapat tuduhan seperti itu, Nezar Patria yang merupakan anggota dewan pers, langsung melayangkan somasi.

Setelah melayangkan somasi, Rabu (09/3/2017), Alfian Tanjung meminta maaf secara terbuka. Alfian juga mengaku salah dan keliru dengan menyebut Nezar sebagai kader PKI saat berceramah di beberapa komunitas pengajian.

"Di sini saya datang untuk menyatakan kekeliruan dan permohonan maaf saya kepada Pak Nezar dan kepada masyarakat luas yang mungkin telah mendapatkan persepsi yang keliru," ujar Alfian di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Alfian menuturkan, setelah Nezar mengirimkan somasi dan bertemu dengan tim pengacara, dia sempat kembali memeriksa data nama-nama yang dia sebut sebagai kader PKI. Dari penelusuran serta konfirmasi langsung kepada Nezar, dia menyimpulkan adanya kekeliruan dalam data nama tersebut. Latar belakang Nezar Patria yang pernah menjadi aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), kata Alfian, menjadi salah satu dasar tuduhannya kepada Nezar.

"Setelah saya mencoba menelusuri secara mendalam ternyata ada kekeliruan data nama yang saya sebutkan dalam ceramah. Memang pada masa lalu beliau adalah seorang aktivis PRD. Tapi dalam bab PKI yang tersemat dalam pernyataan saya, itu merupakan sebuah kesalahan," kata Alfian.

"Jadi kesimpulannya bahwa secara tegas saya katakan bahwa saya keliru dan saya cabut sebutan itu kepada beliau. Saya nyatakan beliau bukan menjadi bagian yang saya ceramahkan itu (kader PKI)," ucapnya.

Selain itu, Alfian juga mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut Nezar pernah memimpin rapat PKI di Istana Negara.

"Kedua, yang berhubungan dengan Istana, secara fisik, praktik dan interaksi, beliau tidak ada dalam kegiatan secara aktivitas di istana," tutup Alfian.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...