Ford Tersingkir Karena Tidak Total Berbisnis

Ford Tersingkir Karena Tidak Total Berbisnis

Rabu, 27 Jan 2016 | 18:35 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBPI) Kementerian Perindustrian Haris Munandar berpandangan, tersingkirnya Ford Motor Indonesia (FMI) dari industri otomotif Indonesia lantaran prinsipal asal Amerika tersebut dinilai 'setengah hati' dalam berbisnis.

Berbeda dengan prinsipal otomotif Jepang yang dilihat lebih total dalam berbisnis, Haris menilai upaya Ford kurang maksimal untuk dapat bersaing di industri otomotif Indonesia yang ketat.

"Mereka hengkang karena sejak awal tidak mau mempersiapkan diri. Butuh proses panjang untuk memuaskan konsumen. Mulai dari membangun pabrik, membangun aftersales dan bengkel," ujar Haris kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).

Menurut Haris, pasar otomotif tak bisa didikte hanya dengan menjajakan barang dagangan. Demikian pula dengan pasar otomotif di Indonesia, perlu upaya besar untuk membangun menara bisnis mulai dari hulu hingga ke hilir guna meyakinkan konsumen.

"Jadi pasar bisa kejam sekali pada siapa saja," tuturnya.

Haris menilai, produsen otomotif Jepang merupakan yang paling kuat dan dominan karena mempersiapkan diri sejak lama dan tak tangung-tanggung dalam berinvestasi. Rata-rata produsen otomotif Jepang tak hanya membuka outlet pemasaran di Indonesia, tetapi juga membangun pabrik perakitan dan industri komponen.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...