FPI Minta Izin ke MUI Untuk Proses Kasus Sukmawati
Sumber foto : Istimewa

FPI Minta Izin ke MUI Untuk Proses Kasus Sukmawati

Jumat, 13 Apr 2018 | 20:03 | Oky

Winnetnews.com - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shobri Lubis menemui Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin dikantornya, Rabu, 11 April 2018.

Pertemuan itu salah satunya membahas puisi Sukmawati Soekarnoputri.

"Secara khusus Bapak Ketua Umum MUI menjelaskan tentang kronologis pertemuannya dengan Ibu Sukmawati yang belangsung beberapa hari yang lalu dan sudah menjadi polemik dan viral di media sosial," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 12 April 2018.

Dalam pertemuan itu, Ma'ruf menjelaskan Sukmawati tidak ada niat untuk melecehkan agama Islam dalam puisinya berjudul Ibu Indonesia.

Sukmawati juga telah meminta maaf secara sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Dengan alasan itulah, Ma'ruf memaafkan Sukmawati.

"Karena menurut Bapak Ketua Umum sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk memaafkan orang yang sudah bertaubat, mengaku salah dan meminta maaf," ucap Zainut.

Zainut mengatakan setelah menerima permintaannya maaf Sukmawati, Ma'ruf mengimbau masyarakat untuk memaafkan putri Soekarno itu.

"Beliau menyarankan untuk menyelesaikan masalahnya melalui mekanisme musyawarah demi menjaga situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang sedang memasuki tahun politik, agar tercipta ketenangan, kedamaian dan tidak menimbulkan kegaduhan," kata dia.

Dengan mendengar langsung penjelasan dari Ma'ruf, Shobri memahami langkah yang ditempuh oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu yang lebih mengedepankan aspek dakwah.

"Namun beliau (Shobri) tetap meminta izin untuk melanjutkan proses hukum Ibu Sukmawati karena demi melaksanakan tugas amar ma'ruf nahi mungkar," ujar Zainut.

Ma'ruf pun tidak mempermasalahkan keinginan Shobri. Sebab, kata Ma'ruf, Indonesia sebagai negara hukum dan setiap warganya diberikan hak untuk menggunakan untuk menuntut keadilan di mata hukum.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...