Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya, Diduga Langgar Kode Etik DPR

Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya, Diduga Langgar Kode Etik DPR

Rabu, 20 Jan 2016 | 15:56 | kontributor

WinNetNews.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) membentuk panel untuk mengusut dugaan pelanggaran etik anggota Fraksi Golkar Gde Sumarjaya Linggih. Gde merasa tak pernah dimintai klarifikasi oleh MKD.

"Sebelum membentuk panel harusnya dicek dulu kebenarannya, klarifikasi dulu ke saya baru tingkatkan ke panel," ucap Gde Sumarjaya dikutip dari Detik, Rabu (20/1/2016).

Gde enggan merinci masalah apa yang menimpa dirinya, karena menganggap pengusutan kasus di MKD ini bersifat tertutup. Sementara MKD hanya menyebut laporan itu terkait penipuan anggaran daerah pemilih.

Gde menduga kasus itu adalah kasus lama tahun 2010 yang kembali diusut lagi oleh MKD karena ada bukti atau keterangan baru. Beberapa saksi memang sudah diperiksa MKD, namun dia heran MKD langsung membentuk panel tanpa mengkonfirmasi bukti baru itu.

"Itu belum diklarifikasi ke saya tiba-tiba sudah masuk ke panel. Saya nggak tahu apa tuduhannya ke saya. Dulu yang tahun 2010 sudah dibantah, saksi-saksi nggak ada yang membenarkan. Nah yang baru saya nggak tahu," ujar politisi asal Bali itu.

Baca: Anggota DPR yang Langgar Kode Etik, Gde Sumarjaya, Dilaporkan Sejak 2015

Untuk diketahui, jika MKD sudah membentuk panel maka ada dugaan pelanggaran etik berat. Kemungkinan sanksinya skorsing 3 bulan atau pemecatan. Sanski itu pernah diterapkan untuk kasus anggota PPP Mustofa Assegaf yang diskorsing 3 bulan.

Gde menyatakan siap memberikan penjelasan ke pleno MKD terkait laporan terhadap dirinya. Gde merasa nama baiknya tercemar hanya karena laporan satu orang mengatasnamakan warga ke MKD.

"Saya siap menjelaskan ke MKD kalau dipanggil. Kalau bisa jangan di panel dulu dong, klarifikasi dulu ke saya baru tingkatkan ke panel," ucap politisi Golkar itu.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...