Freeport Belum Setor US$ 530 Juta Syarat Izin Ekspor Konsentrat

Freeport Belum Setor US$ 530 Juta Syarat Izin Ekspor Konsentrat

Senin, 25 Jan 2016 | 14:19 | Rusmanto
WinNetnews.com - Izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia habis pada hari ini. Namun, perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat tersebut terancam tidak bisa mengekspor lagi karena belum membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) sampai saat ini.

Kementerian ESDM pun memberikan syarat jika Freeport ingin tetap bisa melakukan ekspor, yaitu Freeport harus membayar dana sebesar US$ 530 juta sebagai bukti komitmen pembangunan smelter.

Namun sampai hari ini belum ada tanggapan dari Freeport. Bila tidak ada tanggapan yang jelas dan syarat tersebut tidak dipenuhi, maka ‎izin ekspor konsentrat yang berakhir pada hari ini tidak akan diperpanjang.

"Belum ada tanggapan (dari Freeport). Ya kalau hari ini tidak ada tanggapan, tidak ada perpanjangan. Gitu aja," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Aryono, di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Pihaknya memang tidak memberikan deadline pembayaran bagi Freeport. Tetapi selama dana sebesar US$ 530 juta belum dibayarkan kepada pemerintah, Freeport tidak akan mendapatkan izin ekspor konsentrat.

Sebagai informasi, izin PT Freeport Indonesia untuk mengekspor konsentrat tembaga habis pada 25 Januari 2016. Pemerintah mengajukan syarat kepada Freeport jika perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu ingin memperpanjang izin ekspor.

Syarat itu adalah, PT Freeport harus menyetor sejumlah dana jaminan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, besaran dana tersebut setara dengan biaya yang seharusnya dikeluarkan PT Freeport untuk membangun smelter tembaga yang ditetapkan Pemerintah.

Sudirman mengatakan, pembangunan smelter Freeport seharusya telah mencapai 60% pada Januari 2016. Namun kenyataannya, Freeport baru merealisasikan 14%, termasuk uang setoran senilai US$ 115‎ juta atau setara Rp 1,61 triliun (kurs Rp 14.000/US$) yang telah diserahkan tahun lalu.

Total biaya yang diperlukan untuk membangun smelter di Gresik, Jawa Timur yang akan dilakukan PT Freeport Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2,3 miliar.Freeport sebelumnya telah menyetor dana kesanggupan sebesar 5% dari perkembangan pembangunan Smelter tersebut dengan nilai US$115 juta.

disadur dari situs detik finance  

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...