Freeport Lepas 20% Saham Mulai 14 Oktober, Tapi IPO Belum Diatur

Rusmanto
Rusmanto

Freeport Lepas 20% Saham Mulai 14 Oktober, Tapi IPO Belum Diatur

WinNetNews.com - Program divestasi atau pelepasan saham oleh PT Freeport Indonesia akan dimulai pada 14 Oktober 2014. Secara bertahap, memang rencananya akan ada 20% saham Freeport yang dilepaskan bertahap.

Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, saham divestasi ini akan ditawarkan pertama kali kepada pemerintah pusat.

"Untuk Freeport, masalah divestasi 14 Oktober melakukan penawaran harga pada pemerintah. Mulai 14 oktober, pada saat itu pemerintah ditawarkan, 90 hari melakukan negosiasi dengan Freeport, harga paling wajar sesuai kondisinya," kata Bambang di kantor Dirjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Bambang mengatakan, setelah kesepakatan harga ditentukan, Kementerian ESDM akan menyerahkan hasilnya kepada Kementerian Keuangan. Ini akan ditawarkan apakah ke pemerintah pusat langsung, BUMN, atau BUMD. Bila tidak ada yang berminat maka akan diserahkan kepada swasta.

Sementara untuk divestasi melalui penawaran saham perdana di pasar modal atau Initial Public Offering (IPO), ternyata belum diatur dalam ketentuan divestasi Freeport.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio pernah mengatakan, pihaknya berharap perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia bisa menjual sahamnya di pasar modal dalam negeri. Skema divestasi yang dilakukan tiap tahun sebaiknya dilakukan melalui pasar saham.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});