Fun Fact: Batik dan Sungai Citarum

Fun Fact: Batik dan Sungai Citarum

Wingamers – Siapa tidak mengetahui Citarum" onclick="ga('send', 'event', 'Tag', 'Click', 'Tag Sungai Citarum');">Sungai Citarum, terutama karena air Citarum adalah sumber olahan air minum dan mandi kita selama ini. Namun di balik nama Citarum terdapat sejarah panjang salah satu Batik nusantara.

Dalam bahasa Sunda, Ci berarti air, namun Tarum adalah nama sebuah pohon dengan nama latin indigofera spec div. Pada masa penjajahan Belanda dulu, pohon ini sangat terkenal karena menjadi sumber pewarna alami bagi Batik, terutama di Jawa Barat.

Buah Tarum lah yang diolah menjadi pewarna alami. Warna kebiruannya yang khas konon tidak dapat ditiru oleh apapun. Namun begitu proses pengolahan tersebut sangat sulit, memakan tenaga, dan waktu yang lama.

Keberadaan Tarum seketika tergeser ketika pada 1914 Pemerintah Kolonial mengimpor pewarna buatan. Yang tentu jauh lebih murah dan mudah. Hal ini menghapus satu-satunya alasan orang mempertahankan pohon Tarum.

Kini Batik semakin populer karena selalu dikaitkan dengan isu nasionalisme dan kebanggaan bangsa. Terlebih setelah UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya dunia pada 2009 silam. Namun kita jangan juga melupakan aspek-aspek lain di sekeliling Batik.

Bahwa Batik sesungguhnya adalah pesan atas banyak hal, salah satunya adalah menlindungi dan mengayomi alam, kepedulian terhadap lingkungan, dan . Seperti tertuang dalam motif Batik Banyumasan, Semen Ageng, Mega Mendung, dan lain sebagainya. (bicky)

Sumber buku: “Ekspedisi citarum; Sejuta Pesona dan Persoalan Laporan Jurnalistik Kompas”, PT Kompas Media Nusantara, 2011, Jakarta.