Gadis Indonesia Surati Kanselir Jerman Soal Limbah Plastik
Aeshnina Azzahra. [Foto: ABC]

Gadis Indonesia Surati Kanselir Jerman Soal Limbah Plastik

Rabu, 22 Jan 2020 | 09:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Aksi Aeshnina Azzahra (Nina), pegiat lingkungan cilik asal Gresik, yang menulis surat protes kepada Kanselir Jerman Angela Merkel, akhirnya berbuah manis.

Siswi SMP N 12 Gresik ini diundang Duta Besar Jerman Untuk Indonesia, Peter Schoof untuk datang ke kantornya dan berdiskusi secara langsung tentang masalah sampah plastik di Indonesia, Selasa (21/1).

Dilansir Detik.com dari Deutsche Welle (DW), dalam kesempatan itu, Nina menyerahkan surat protes terkait impor plastik yang ditulis tangan, beserta lebih dari 200 tanda tangan petisi teman-teman yang mendukungnya.

"Saya akan berbuat yang terbaik agar kamu bisa mendapat jawaban sesegera mungkin," ujar Peter Schoof kepada Nina saat menerima surat dan petisi tersebut.

Nina mengatakan, rasa prihatin akan banyaknya sampah plastik yang diselundupkan dari luar negeri, mendorong dirinya untuk kemudian menuliskan surat protes, tidak hanya kepada Kanselir Jerman, Angela Merkel, melainkan juga kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Dalam suratnya, Nina menuliskan pengalaman melihat sendiri daur ulang plastik di Desa Bangun, Jawa Timur. Ia mengakui bahwa daur ulang plastik memang baik dilakukan, karena bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat di sana. Namun, ia menekankan bahwa "terlalu banyak plastik juga dapat merusak lingkungan".

image0
Gadis Gresik, Aeshnina Azzahra mengirim surat ke Kanselir Jerman, Angela Merkel
melalui Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof. [Foto: Deutsche Welle]

"Kadang-kadang saya menemukan plastik di sungai dan laut yang kemudian dimakan oleh ikan dan biota laut lainnya. Pernah saya membeli ikan sungai di Pasar Rolak Songo dan ketika saya belah, saya menemukan mikroplastik di dalamnya. Saya tidak mau makan ikan yang makan plastik!" tulis Nina dalam suratnya kepada Angela Merkel.

Nina menuliskan bahwa sampah yang ada di Desa Bangun berasal dari beberapa negara Barat, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Eropa termasuk Jerman. Nina mengatakan bahwa Indonesia sudah hampir 40 tahun menjadi "tempat pembuangan sampah" bagi negara-negara barat.

"Ini bikin saya sedih sekali," tulisnya.

Nina pun meminta Angela Merkel untuk mengajak negara-negara di Eropa agar berhenti mengirim sampah plastik ke Indonesia.

"Saya ingin masa depan saya lebih baik. Saya ingin Indonesia jadi bersih," tulis Nina.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...