Gafatar Bisa Menjurus ke Kegiatan yang Ekstrim

Gafatar Bisa Menjurus ke Kegiatan yang Ekstrim

Selasa, 12 Jan 2016 | 12:01 | kontributor

WinNetNews.com - Pengamat intelijen, Wawan Hari Purwanto, mengungkapkan bahwa Gafatar yang kini berganti nama menjadi Negara Karunia Semesta Alam (NKSA), merupakan organisasi yang terselubung.

"Gerakan ini bukan hal yang baru terjadi, ini merupakan gerakan yang sudah ada sejak lama pecahan dari kelompok Ahmad Musadek, hanya istilahnya saja yang baru," kata Wawan, dilansir dari laman Detik, Senin (11/1/2015).

Aliran organisasi ini merupakan gerakan-gerakan bayangan yang sengaja dilakukan untuk menutupi aktivitas mereka yang sesungguhnya.

Jika diamati, lama-kelamaan akan terlihat penyimpangan dari organisasi-organisasi bayangan seperti ini.

Baca juga artikel: Heboh Disorot Publik, Kini Organisasi Gafatar Ganti Nama

"Kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah, santunan anak yatim, awalnya memang seperti kegiatan organisasi sosial. Tapi lama kelamaan jika mengikutinya akan terlihat agak sedikit menyimpanng seperti solat yang tidak wajib, dan paham lain banyak yang mulai bergeser," kata Wawan.

Tidak menutup kemungkinan gerakan ini akan mengarah kepada tindakan yang bersifat ekstrim.

"Gerakannya memang enggak langsung ke sana tapi seperti menggunakan penggiringan, dikarenakan adanya gerakan sosial untuk menghilangkan gerakan yang terselubung," tambah Wawan.

Seperti diketahui beberapa orang warga di Purwokerto, Surabaya dan sekitar Jawa Tengah, diduga menghilang setelah mengikuti kegiatan dari aliran Gafatar. Bahkan dr Rica yang sempat disebut-sebut menghilang selama 2 minggu dan pergi sampai ke Mempawah atau Sanggau, Kalimantan Barat, untuk mengikuti kegiatan Gafatar.

Sementara itu, saat ini Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ini telah masuk di Papua dan terdata telah melakukan berbagai kegiatan sosial di Timika, Kampung Harapan Sentani Nafri, Koya Barat, dan Arso.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...