Gagasan DPR AS Soal Pemakzulan Trump Batal, Trump Sumringah
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump senyum sumringah usai Senat AS menolak pemakzulan yang diajukan DPR AS. [Foto: WOA]

Gagasan DPR AS Soal Pemakzulan Trump Batal, Trump Sumringah

Kamis, 6 Feb 2020 | 10:20 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Senyum sumringah tampak dari wajah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump usai ‘selamat’ dari pemakzulan yang sejak beberapa bulan lalu diperjuangkan DPR AS yang diketuai Nancy Pelosi, Selasa (4/2/2020).

Diberitakan CNBCIndonesia.com, Trump batal lengser berkat pertolongan rekan separtainya yang mendominasi Senat AS. Partai Republik merupakan salah satu partai politik yang mendukung Trump pada pencalonan presiden AS lima tahun silam.

Senat AS yang dikuasai Partai Republik ini menolak pengajuan pemakzulan Trump yang diinisiasi DPR AS yang sebagian besar diisi lawan politik Partai Republik, yakni Partai Demokrat. Ketua DPR AS, Nancy Pelosi merupakan salah satu anggota Partai Demokrat.

Alih-alih ingin dijatuhkan dalam Pemilu AS yang bakal berlangsung tahun ini, Trump langsung membuat pernyataan di depan Senat dan DPR AS. Senyum sinis itu tergambar saat Trump menyerahkan berkas pidato Trump yang menang atas pemakzulan kepada Senat dan DPR AS.

Bahkan, sebelum membuat pernyataan dan memberikan berkas pada Kamis (6/2/2020), Trump menyebut perjuangan dirinya bersama Partai Republik dalam melawan gagasan Nancy Pelosi cs sebagai ‘kemenangan negara atas pemakzulan palsu’.

Dalam sidang Senat AS, dilakukan pemungutan suara terhadap dua pasal yang ditujukan pada Trump. Pasal pertama terkait penyalahgunaan kekuasaan, 52 suara anggota Senat AS menolak sedangkan 48 menerima.

Pada pasal kedua terkait obstruksi atau upaya menghalangi kongres. Di pasal ini, 53 anggota Senat AS, sementara 47 menolak. Voting tersebut diwarnai kericuhan lantaran pertemuan antara dua kubu, Senat AS dan DPR AS.

Pemungutan suara ini menjadi langkah terakhir dalam proses pemakzulan Trump. Seperti diketahui, politik AS menganut sistem bikameral.

Trump menjadi Presiden ke-3 AS yang melalui proses pemakzulan. Sama seperti dua presiden sebelumnya, Andrew Jackson dan Bill Clinton, Trump juga kini lolos dari upaya ‘pendongkelan’ itu.

Hal ini membuat Partai Demokrat menuding jika Partai Republik merekayasa Senat AS. Sebagaimana dikutip dari Reuters, kubu Partai Demokrat menyebut persidangan ini palsu dan banyak fakta disembunyikan.

"Tidak diragukan lagi Presiden Trump akan menyombongkan diri karena menerima pembebasan total," kata politisi Partai Demokrat AS, Chuck Schumer.

Menurut Manajer Kampanye Trump, Brad Parscale hasil ini merupakan bukti bahwa Trump tak bersalah.

"Sekarang saatnya kembali ke bisnis rakyat Amerika," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...